Industri Kripto Indonesia Kuat, Pajak dan Partisipasi Masyarakat Terus Meningkat

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan perlunya keseimbangan analisis data yang kuat

8 April 2026, 13:44 WIB

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) resmi membuka rangkaian Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026.

Agenda ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai aset digital, khususnya kripto, agar masyarakat berinvestasi secara bijak dan berbasis pada fundamental data.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan perlunya keseimbangan antara analisis data yang kuat dan optimisme terhadap peluang masa depan.

Ia menekankan, perdagangan kripto kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga tata kelola dan perlindungan konsumen harus terus diperkuat.

Dari sisi fiskal, aset kripto mulai menunjukkan kontribusi nyata. Penerimaan pajak kripto tercatat Rp796,73 miliar pada 2025 dan melonjak menjadi Rp1,96 triliun per Februari 2026.

Meski nilai transaksi kripto turun dari Rp650,61 triliun (2024) menjadi Rp482,23 triliun (2025), Indonesia tetap menempati posisi ke-7 dalam Global Crypto Adoption Index 2025, menandakan tingginya tingkat adopsi di masyarakat.

Ketua ABI, Robby, menambahkan ekosistem kripto Indonesia berdiri di atas tiga pilar utama: bursa sebagai infrastruktur pencatatan transaksi, pedagang sebagai akses investor ritel, serta kliring dan kustodi sebagai penjamin keamanan aset.

Menurutnya, fondasi ini membuat industri kripto Indonesia mampu bersaing secara global.

BLK 2026 akan digelar di beberapa kota, termasuk Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Manado, dengan tiga fokus program: literasi kripto untuk masyarakat umum, literasi blockchain bagi akademisi dan pengembang, serta literasi kripto untuk aparat penegak hukum.

Hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen kripto di Indonesia mencapai 21,07 juta, mencerminkan partisipasi masyarakat yang terus meningkat.

Acara pembukaan turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, serta pelaku industri aset digital. ***

Berita Lainnya

Terkini