Jakarta – KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengintegrasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada truk operasional petikemasnya.
Langkah ini diambil untuk memperkuat standar keselamatan distribusi sekaligus merespons kebutuhan pasar akan layanan logistik yang lebih aman dan terukur.
Berbeda dengan kamera pengawas biasa, teknologi AI ini berfungsi sebagai alat pencegah insiden secara real-time. Sistem mampu mendeteksi potensi risiko di perjalanan dan memberikan peringatan sebelum terjadi kecelakaan.
Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan yang berfokus pada pendekatan preventif.
Penerapan teknologi ini langkah nyata membangun budaya keselamatan yang disiplin, adaptif, dan transparan.
“Kami ingin memastikan setiap perjalanan efisien dan memiliki standar keamanan tinggi bagi pengemudi,” ujar Broer dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Melalui kerja sama dengan mitra teknologi, sistem ini dilengkapi dengan sensor analitik yang mampu memantau beberapa parameter krusial, antara lain:
Deteksi Perilaku Pengemudi: Mengidentifikasi tanda-tanda mengantuk, distraksi, hingga penggunaan ponsel saat berkendara.
Pemantauan Kecepatan: Mengontrol laju kendaraan agar tetap dalam batas aman.
Pelacakan GPS: Memantau posisi armada secara akurat.
Peringatan Dini: Sistem otomatis mengirimkan notifikasi ke Command Center jika terdeteksi kondisi berbahaya untuk tindakan respons cepat.
rogram penguatan keselamatan ini telah berjalan secara bertahap sejak Maret 2026 di wilayah operasional petikemas utama, meliputi: Sungai Lagoa, Klari, Ronggowarsito dan Kalimas.
Seluruh data yang terekam akan dikelola sebagai dasar evaluasi performa pengemudi dan pengambilan keputusan strategis berbasis data.
Ke depannya, KAI Logistik berencana memperluas jangkauan teknologi ini ke lebih banyak armada guna memperkuat visi perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terpadu yang unggul dan tepercaya. ***

