Strategi O2O M Mart di M Fest 2026: Dongkrak Loyalitas Pelanggan Lewat Integrasi Ritel dan Musik

Pengguna aplikasi dapat mengakses area konser eksklusif Maxperience melalui skema transaksi belanja yang memenuhi syarat di jaringan gerai, tanpa perlu membeli tiket secara terpisah.

10 Oktober 2026, 05:25 WIB

Denpasar– Jaringan ritel modern M Mart memanfaatkan gelaran tahunan M Fest 2026 untuk memperkuat strategi Online-to-Offline (O2O) dan memacu keterikatan (engagement) pelanggan generasi muda.

Memasuki penyelenggaraan keempat yang akan digelar pada Sabtu, 7 November 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, perusahan ritel yang beroperasi sejak 2002 ini mengintegrasikan transaksi fisik di ratusan gerainya dengan platform aplikasi digital My M Mart.

Melalui model bisnis ini, M Mart selain menjual kebutuhan harian tak kalah pentingnya menghubungkan aktivitas belanja rutin dengan pengalaman gaya hidup (lifestyle experience).

Setiap transaksi ritel yang memenuhi syarat di gerai M Mart maupun Big M secara otomatis memberikan satu akses masuk area konser eksklusif (Maxperience) bagi pengguna aplikasi My M Mart.

Skema ini dinilai efektif meningkatkan volume transaksi belanja harian sekaligus mendongkrak downloads dan active users pada aplikasi loyalitas perusahaan tanpa perlu menjual tiket konser secara terpisah.

Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin, menegaskan transformasi pemasaran ini relevan dengan pergeseran perilaku konsumen modern yang menginginkan kemudahan digital dan nilai tambah berbasis pengalaman.

Pihaknya melihat musik, komunitas, kuliner, dan teknologi punya tempat yang sangat dekat dengan generasi muda. Karena itu, setiap tahun M Mart mengembangkan formatnya agar tetap relevan.

Pertumbuhan bisnis ritel saat ini menuntut pendekatan yang tidak berhenti pada transaksi di toko fisik, melainkan melalui penciptaan pengalaman langsung (brand experience) yang terhubung dengan ekosistem digital perusahaan.

Transformasi digital tersebut tercermin dari integrasi belanja ritel dengan aplikasi My M Mart. Pengguna aplikasi dapat mengakses area konser eksklusif Maxperience melalui skema transaksi belanja yang memenuhi syarat di jaringan gerai, tanpa perlu membeli tiket secara terpisah.

Model bisnis omnichannel seperti ini terbukti efektif meningkatkan loyalitas konsumen sekaligus mendongkrak trafik transaksi harian di ratusan gerai M Mart dan Big M.

Seiring dengan perluasan skala acara, manajemen M Mart mencatat peningkatan kapasitas akses Maxperience yang disiapkan tahun ini mencapai hampir dua kali lipat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Lonjakan kapasitas ini diiringi dengan proyeksi kunjungan hingga puluhan ribu orang, yang diyakini memberikan multiplier effect signifikan terhadap perputaran roda ekonomi lokal di Bali.

Dari perspektif pemberdayaan ekonomi, M Fest 2026 memberikan porsi konkret bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Puluhan booth yang disediakan di area festival terbuka Maxland diproyeksikan menjadi ruang komersial yang mempertemukan langsung pelaku usaha kuliner dan produk kreatif dengan ribuan calon konsumen potensial dalam satu hari penuh.

Dengan memadukan konsep ritel modern, penetrasi aplikasi digital, dan ruang promosi bagi sektor UMKM, M Fest 2026 membuktikan industri hiburan kreatif dan sektor perdagangan ritel dapat berkolaborasi secara produktif untuk menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan.***

Berita Lainnya

Terkini