Stok Hewan Kurban Sleman Aman, Pengawasan Kesehatan Diperketat Jelang Iduladha 2026

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menegaskan pencegahan penyakit dilakukan secara berkala, terutama di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul.

6 Mei 2026, 05:54 WIB

Yogyakarta -Menjelang Iduladha 2026, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan  ketersediaan hewan kurban di wilayah Sleman dalam kondisi aman.

Hal ini disampaikan setelah ia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melakukan peninjauan di Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang pada 5 Mei 2026.

Dari hasil pantauan, stok hewan kurban dinilai cukup, bahkan meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meski harga hewan kurban naik antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, Danang memastikan kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak menghambat masyarakat untuk berkurban.

Data sementara menunjukkan ketersediaan sapi sebanyak 3.854 ekor, kambing 4.002 ekor, dan domba 7.811 ekor.

Sementara kebutuhan diperkirakan mencapai 9.235 ekor sapi, 3.050 ekor kambing, dan 15.750 ekor domba.

Untuk menutup kekurangan, pembelian biasanya dilakukan melalui kelompok ternak, pasar hewan, pasar tiban, maupun dari luar daerah.

Dari sisi kesehatan, pengawasan dilakukan ketat oleh dinas terkait, termasuk vaksinasi rutin serta pemantauan penyakit seperti PMK dan antraks.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menambahkan pencegahan penyakit dilakukan secara berkala, terutama di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul.

Vaksinasi PMK diulang setiap enam bulan, sementara pemeriksaan hewan dan penyemprotan truk dilakukan saat masuk pasar.

Pengawasan juga diperluas hingga pascapenyembelihan, dengan melibatkan tenaga ahli, dokter hewan, dan penyuluh lapangan.

Rofiq menekankan pentingnya kebersihan dan kesejahteraan hewan, mulai dari jarak antar lokasi penyembelihan, kondisi hewan sebelum dipotong, hingga penanganan limbah agar tidak mencemari lingkungan.

Sebagai bagian dari edukasi, masyarakat juga dibekali pelatihan melalui kegiatan Juleha Sleman, termasuk Jagal Sembada Expo 2026 di Masjid Agung Sleman.

Dalam kegiatan ini, dilakukan bakti sosial pengasahan pisau dan pelatihan penanganan daging kurban agar proses penyembelihan berjalan sesuai standar halal, higienis, dan ramah lingkungan.***

Berita Lainnya

Terkini