Yogyakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memproyeksikan sekitar 60.000 penonton akan memadati kawasan Malioboro dalam perhelatan tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026.
Sebagai event unggulan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta, perhelatan ini diharapkan mampu menjadi akselerator utama dalam mendongkrak tingkat okupansi hotel sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, menyampaikan rasa optimisnya gelaran WJNC tahun ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Target tersebut selaras dengan upaya mencapai sasaran 11 juta kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2026, dengan proyeksi rata-rata pengeluaran belanja sebesar Rp 2,3 juta per orang serta rata-rata lama tinggal (length of stay) mencapai 1,78 hari.
“Penonton yang kita harapkan di kawasan Malioboro itu 60.000. Dengan adanya WJNC ini kami optimis target itu bisa terpenuhi dan kemudian akan menyumbang pendapatan asli daerah yang meningkat dari sektor pariwisata,” ujar Zandaru saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/10/2026).
Di tengah tingginya antisipasi kunjungan wisatawan, Pemkot Yogyakarta juga memberikan perhatian serius terhadap potensi gangguan kenyamanan, khususnya praktik tarif parkir liar atau yang dikenal dengan istilah “nuthuk”.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Zandaru menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan skema penataan titik parkir resmi yang diawasi secara ketat. Pengawasan ini ditujukan langsung untuk mencegah oknum juru parkir nakal yang memanfaatkan momen keramaian event.
“Jangan sampai kemudian memanfaatkan momentum event, apalagi ini HUT Kota, untuk menarik tarif sembarangan,” tegas Zandaru.
Selain persoalan tarif parkir, kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas utama panitia penyelenggara. Guna mengantisipasi penumpukan massa di kawasan Titik Nol Kilometer, panitia telah menyiagakan sebanyak tujuh layar LED berukuran raksasa di sepanjang Jalan Malioboro.
Langkah ini diambil agar masyarakat dan wisatawan tetap dapat menikmati jalannya pawai secara nyaman dari berbagai titik pandang yang berbeda.
“Tiga baliho besar berisi peta informasi fasilitas publik seperti toilet, masjid, pos medis, hingga APAR juga dipasang di area strategis,” papar Zandaru menambahkan kesiapan infrastruktur pendukung acara.
Menutup rangkaian persiapan acara, Pemkot Yogyakarta kembali mengimbau kepada seluruh pengunjung yang hadir untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.
Wisatawan diminta untuk tertib membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dengan pemilahan antara sampah organik dan nonorganik. Selain itu, pengunjung juga diingatkan untuk mematuhi aturan ketat mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
“Di Malioboro itu kawasan tanpa rokok,” pungkasnya.***

