Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatat sejarah akademik dengan mewisuda 1.638 lulusan Program Pascasarjana pada Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi berlangsung selama dua hari, 22–23 April 2026, di Grha Sabha Pramana.
Dari jumlah tersebut, 1.388 lulusan berasal dari Program Magister, 83 dari Program Spesialis, 21 dari Program Subspesialis, serta 146 dari Program Doktor. Menariknya, terdapat sembilan wisudawan asing yang turut meraih gelar akademik di UGM.
Pada hari pertama, UGM meluluskan 849 mahasiswa dari sembilan fakultas dan Sekolah Pascasarjana, sementara hari kedua sebanyak 789 lulusan resmi diwisuda.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan yang dinilai sebagai wujud kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pencetak talenta unggul bangsa.
Ia menekankan keberhasilan ini juga mencerminkan semangat Kartini, dengan jumlah wisudawati mencapai 861 orang atau 52,56 persen dari total lulusan.
Dalam pidatonya, Ova menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran dan riset agar UGM semakin kompetitif di tingkat global. Saat ini, UGM berada di peringkat 224 dunia versi QS World University Rankings 2026, dengan 28 bidang ilmu masuk daftar QS WUR by Subject.
Salah satunya adalah bidang Theology Divinity and Religious Studies yang berhasil menembus peringkat 45 dunia. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari jejaring kolaborasi tridarma yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dari sisi alumni, Ketua Cabang Kagama Pekanbaru-Riau, Prof. Dr. Junaidi, mengajak para wisudawan untuk aktif dalam Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).
Ia menekankan, keberhasilan akademik hanyalah awal dari pengabdian di masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Kagama, menurutnya, menjadi wadah jejaring alumni yang menjunjung asas guyub rukun dan migunani.
Suara wisudawan diwakili oleh Stanley Evander Emeltan Tjoa, lulusan tercepat Program Doktor Biologi. Ia menuturkan bahwa perjalanan akademik penuh tantangan, namun menjadi bekal untuk melangkah ke dunia yang lebih luas.
Stanley menekankan pentingnya disiplin, keyakinan, dan kerendahan hati dalam menghadapi peluang ke depan.
Data akademik periode ini menunjukkan masa studi rata-rata Program Magister adalah 2 tahun 1 bulan, dengan lulusan tercepat Tania Anastasya Putri dari Magister Manajemen FEB Kampus Jakarta yang menyelesaikan studi dalam 1 tahun 1 bulan.
Rerata usia lulusan S2 adalah 29 tahun 6 bulan, dengan lulusan termuda berusia 22 tahun. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata mencapai 3,75, dengan 742 lulusan berpredikat Pujian. Sebanyak 17 wisudawan meraih IPK sempurna 4,00.
Program Spesialis mencatat IPK rata-rata 3,80 dengan 61 lulusan berpredikat Pujian. Jessy Wijaya dari Periodonsia FKG menjadi lulusan dengan IPK tertinggi 3,97 sekaligus menyelesaikan studi tercepat.
Pada Program Subspesialis, IPK rata-rata 3,80 dengan 16 lulusan berpredikat Pujian, sementara Andry Juliansen dari Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK meraih IPK tertinggi 3,88. Untuk Program Doktor, masa studi rata-rata adalah 4 tahun 10 bulan, dengan IPK rata-rata 3,84. Sebanyak 48 lulusan meraih predikat Pujian, dan 27 di antaranya mencatat IPK sempurna 4,00. ***

