Gunung Merapi Siaga Level III, Warga Diminta Waspada Awan Panas

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) YogyakartaS melaporkan status Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

2 Juni 2026, 15:38 WIB

YogyakartaGunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi hari ini. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, dalam periode pengamatan Selasa 2 Juni 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat 25 kali gempa guguran dan enam kali guguran lava pijar ke arah barat daya.

“Status Merapi masih berada di Level III atau Siaga,” sebut Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya.

Agus Budi Santoso menyebutkan guguran lava mengarah ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Secara visual, puncak Merapi setinggi 2.968 mdpl tampak jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih tipis terpantau setinggi 100 meter.

Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan suhu udara 23–25°C dan kelembaban sekitar 72–75 persen.

Selain guguran lava, aktivitas kegempaan juga cukup intens. BPPTKG mencatat tiga jenis gempa dominan: gempa guguran sebanyak 25 kali, gempa hybrid/fase banyak sembilan kali, serta gempa vulkanik dangkal enam kali.

Menurut Agus, data ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran.

Wilayah rawan terdampak saat ini meliputi Sungai Boyong sejauh 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km di sektor selatan-barat daya.

Di sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, material vulkanik bisa meluncur hingga radius 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas, terutama saat hujan.

Warga juga diminta mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik jika erupsi terjadi. Pemantauan akan terus dilakukan, dan status aktivitas Merapi akan ditinjau kembali bila ada perubahan signifikan

Berita Lainnya

Terkini