Angkat Karakter Wayang Lewat Topeng Khas, Kontingen Brebes Curi Perhatian Wisatawan di Malioboro

Menyembut WJNC delegasi Brebes membawakan konsep pementasan yang unik dengan memadukan keindahan Tari Losari dan nuansa karnaval bertema pewayangan

7 Oktober 2026, 22:44 WIB

Yogyakarta-Kawasan Malioboro, Yogyakarta, mulai dipadati ribuan pengunjung menjelang digelarnya rangkaian Pawai Budaya Nuswantoro dalam rangka menyambut Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada Rabu, 7 Oktober 2026 petang.

Salah satu penampil yang berhasil mencuri perhatian warga dan wisatawan di sepanjang jalan utama tersebut adalah kontingen delegasi dari Kabupaten Brebes.

Dalam penampilannya, delegasi Brebes membawakan konsep pementasan yang unik dengan memadukan keindahan Tari Losari dan nuansa karnaval bertema pewayangan. Karakter wayang tersebut dihadirkan secara tersirat melalui ragam gerak koreografi dinamis yang dipadukan dengan penggunaan topeng khas daerah.

Perwakilan peserta delegasi Brebes, Febilita (20), mengungkapkan rasa antusiasnya yang tinggi karena bisa ambil bagian langsung dalam ajang tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan.

 

“Kita sebagai delegasi dari Brebes juga ingin ikut serta berpartisipasi untuk meramaikan WJNC, karena ini acara tahunan yang memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jogja juga. Jadi kita ikut excited juga,” ujar Febilita saat ditemui di lokasi acara pada Rabu malam.

Lebih lanjut, Febilita menceritakan bahwa untuk menampilkan pertunjukan yang matang, timnya harus melewati proses persiapan yang memakan waktu hampir satu bulan penuh. Tantangan terbesar selama masa latihan adalah menyamakan jadwal karena para anggota tim terpisah di beberapa wilayah yang berbeda.

“Persiapannya hampir satu bulanan karena kita juga ada pembuatan troli yang memakan waktu lama, dan latihan koreografi karena kita ada di beberapa daerah yang susah menggabungkan waktunya,” ungkapnya.

Dalam pementasan ini, kontingen Brebes mengerahkan sekitar 25 hingga 30 penampil di atas panggung yang didukung oleh total keseluruhan 45 hingga 50 personel tim. Anggota delegasi tersebut terdiri dari berbagai latar belakang usia, mulai dari pelajar tingkat SMP dan SMA, mahasiswa, hingga para pekerja profesional.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, menjelaskan bahwa Pawai Budaya Nuswantoro sore itu dimeriahkan oleh kehadiran enam kontingen dari luar daerah, termasuk salah satunya adalah Kabupaten Brebes.

“Ini diikuti oleh enam kontingen dari luar daerah dan satu kontingen nanti tampil di WJNC, jadi total ada tujuh kontingen, tapi sore ini yang akan tampil ada enam kontingen,” kata Zandaru.

Secara rinci, enam kontingen luar daerah yang unjuk gigi di panggung terbuka Malioboro tersebut berasal dari Kabupaten Bantul, Kota Madiun, DKI Jakarta, Kota Mojokerto, Kabupaten Brebes, serta Kabupaten Semarang.

Zandaru menambahkan, ajang ini berfungsi sebagai wadah strategis bagi sinergi antar-pemerintah daerah untuk saling mengenalkan potensi seni, budaya, serta pariwisata masing-masing wilayah.

Status Yogyakarta sebagai kota festival atau City of Festival terbukti menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi daerah lain untuk berpartisipasi.

“Jogja sebagai kota festival, City of Festival, menjadi daya tarik sendiri bagi kontingen luar daerah untuk bisa tampil di Jogja tercinta ini,” tuturnya.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Zandaru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mendukung berbagai gelaran seni dan kebudayaan yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta guna memperkuat ekosistem pariwisata daerah.

“Ini menjadi perayaan kita bersama masyarakat Yogyakarta, maka mari kita dukung pembangunan di kota kita, kita dukung autentik konkretnya pembangunan di bawah pimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta,” pungkasnya.***

 

Berita Lainnya

Terkini