Dari Ujian Sekolah ke Ibadah Haji, Kisah Inspiratif Vania

Vania Ulayya (14), siswi kelas VIII SMP IT Assalam Sanden, Bantul, tercatat sebagai jamaah haji termuda DIY tahun ini.

22 April 2026, 05:23 WIB

Yogyakarta – Gelombang keberangkatan jamaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dimulai pada Selasa, 21 April 2026.

Dari ratusan calon tamu Allah yang bersiap menuju Tanah Suci, muncul kisah haru sekaligus inspiratif, mulai dari jamaah termuda yang menggantikan porsi mendiang ayahnya hingga penantian panjang selama belasan tahun.

Vania Ulayya (14), siswi kelas VIII SMP IT Assalam Sanden, Bantul, tercatat sebagai jamaah haji termuda DIY tahun ini.

Ia berangkat dalam kloter 7 setelah memperoleh pelimpahan porsi dari almarhum ayahnya yang wafat pada awal Ramadan.

Ibunda Vania, Harni Dwi Hastuti (44), menjelaskan, aturan baru memungkinkan anak berusia 13 tahun untuk berangkat haji, sehingga Vania dapat menggantikan ayahnya.

Meski keberangkatan bertepatan dengan jadwal ujian sekolah, pihak sekolah memberi izin khusus agar Vania dapat mengikuti ibadah terlebih dahulu dan menempuh ujian susulan setelah kembali ke tanah air.

Keberangkatan Vania juga mempercepat jadwal haji sang ibu hingga sembilan tahun melalui jalur pendampingan mahram.

Vania sendiri mengaku membawa titipan doa dari teman-teman sekolahnya, terutama agar ujian kelas IX berjalan lancar dan mereka diterima di sekolah impian.

Kisah lain datang dari Sri Estini, calon jamaah haji asal Wates, Kulon Progo, yang berangkat bersama suami setelah menanti selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012.

Ia termasuk dalam kloter pertama yang diberangkatkan dari DIY.

Sri menyampaikan rasa syukur karena tahun ini jamaah DIY menggunakan fasilitas embarkasi hotel yang dinilainya sangat nyaman.

Ia menegaskan telah mengikuti seluruh rangkaian manasik dan arahan pembimbing, dengan harapan seluruh rombongan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, serta kembali ke Indonesia sebagai haji mabrur.***

Berita Lainnya

Terkini