Indonesia dan FAO Siapkan Petani Muda Atasi Krisis SDM Sektor Pertanian

Dalam mengatasi krisis Sumber Daya Manusia SDM di sektor pertanian. Pemerintah Indonesia dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture (FAO) sepakat mencetak petani-petani muda.

16 Januari 2024, 10:20 WIB

Dijelaskam Moeldoko, pemberdayaan anak-anak muda di bidang pertanian akan dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan terutama penggunaan teknologi digital dalam mengelola pertanian melalui konsep smart farming. Pada tahap awal, pelatihan akan melibatkan anak-anak muda di Pramuka dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Karena secara nyata kita sudah membuat program percontohan di Cibubur, Presiden juga sudah kesana.

“Tujuannya agar anak muda paham pertanian lalu mencintainya karena pertanian bukan hanya untuk kebutuhan perut, ini bisa berdampak ke kestabilan politik dan lainnya,” terang Moeldoko.

Jakarta Plurilateral Dialogue 2023, Menag Gus Yaqut: Indonesia Miliki Eksperimen Toleransi Terpanjang

Ia menyampaikan, program pemberdayaan anak-anak muda di bidang pertanian ini akan dikawal oleh Kantor Staf Presiden, FAO, Badan Pangan Nasional Kementerian Pertanian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bank Indonesia, dan Pertamina.

Sementara untuk pelaksanaannya melibatkan berbagai stakeholder, seperti HKTI dan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka.

Terwujudnya bantuan teknis FAO kata Moeldoko, dalam pemberdayaan anak-anak muda di bidang pertanian di Indonesia berawal dari kunjungan kerjanya di forum FAO, di Roma, pada 21 Oktober 2023.

Pengusaha ‘Bali SPA Bersatu’ Tolak Kegiatan SPA Digolongkan Jasa Kesenian dan Hiburan serta Pengenaan Pajak hingga 75 Persen

Pada saat itu, Panglima TNI 2013 – 2015 ini menyampaikan pentingnya regenerasi petani yang saat ini sudah menjadi permasalahan dunia.

Di mana di satu sisi pertumbuhan dunia meningkat, tapi di sisi lain tanah, hasil, dan pelaku pertanian terus menurun.

Menyikapi kondisi tersebut, sambung Moeldoko, Ia telah menginisiasi gerakan anak–anak muda untuk bertani dengan cara-cara baru, yakni smart farming dengan menggunakan teknologi digital.

Ekonomi Global Melambat, OJK: Sektor Jasa Keuangan Nasional Kokoh

Langkah konkret anak muda di sektor pertanian, kata Moledoko, Dirjen FAO pun tertarik dan memberi bantuan dalam bentuk technical coroporation programme.

Kolaborasi besar harus dilakukan untuk regenerasi petani, karena ancaman krisis pangan sudah di depan mata.

“Saya mengajak pihak lain yang memiliki kepedulian bersama untuk kolaborasi bersama,” tegas Moeloko.

Suhu Politik Meningkat Jelang Pemilu 2024, Pj Gubernur Bali: Tetap Dikontrol Sesuai Batas Toleransi

FAO Representative Indonesia and Timor Leste, Rajendra K. Aryal, menyampaikan regenerasi petani menjadi persoalan pertanian di Indonesia dan banyak negara.

FAO melalui Technical Corporation Programme siap memberikan dukungan kepada Indonesia dan negara-negara lain untuk menjadikan pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

Indonesia sangat progresif dalam tr nsformasi pangan dan saya sangat senang proyek ini menghasilkan kolaborasi dan membawa Indonesia selangkah lebih maju.

Survei Bank Indonesia: Optimisme Konsumen di Bali Terus Meningkat

“Semoga kita bisa mendapat praktik baik dari Indonesia,” demikian Rajendra K. Aryal. ***

Berita Lainnya

Terkini