Ketika Pudji Handoko Merasakan Bali Sebagai Magnet Kreativitas

Pudji Handoko, pendiri Tuksedo Studio, menyebut Bali memiliki “satu frekuensi” yang membuat siapa pun dengan jiwa kreatif terdorong untuk berkarya.

2 Mei 2026, 16:12 WIB

Gianyar -Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang yang memancarkan energi seni. Pudji Handoko, pendiri Tuksedo Studio, menyebut pulau ini memiliki “satu frekuensi” yang membuat siapa pun dengan jiwa kreatif terdorong untuk berkarya.

Hal itu disampaikan Puji Handoko dalam Talkshow di Tuksedo Royale, Gianyar, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia melihat fenomena ini berbeda dibandingkan kota seni lain seperti Bandung atau Yogyakarta.

Handoko sendiri sudah lama berkecimpung di dunia seni dan teknologi.

Empat dekade lalu ia merancang mobil pertamanya, yang kini tersimpan di museum. Namun, ia merasakan atmosfer Bali memberi dorongan lebih besar.

Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, kreativitas di Bali tumbuh pesat, seolah tak terbendung.

Tak hanya seni, gaya hidup pun ikut berubah. Orang-orang dari Jakarta yang biasanya tampil formal dengan jas dan dasi, begitu tiba di Bali langsung berganti sandal jepit dan mobil sewaan sederhana.

“Baju kebesaran” yang melekat di kota besar seakan ditanggalkan, diganti dengan kebebasan yang lebih santai.

Bagi Handoko, inilah keunikan Bali. Di sini, ide-ide besar terasa lebih mudah diwujudkan. Dari melukis hingga merancang kapal, bahkan membuat mobil, semuanya mengalir begitu saja.

“Saya sering ditanya, bagaimana bisa bikin seperti ini? Kadang saya sendiri sulit menjawabnya,” ujarnya sambil tersenyum. ***

Berita Lainnya

Terkini