Kuta– Industri pariwisata Bali mencatat tonggak sejarah penting di kawasan Kartika Plaza, Kuta. Sebagai pionir destinasi terpadu di kawasan tersebut, Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall Bali merayakan momentum hari jadi ke-36 dan ke-22 dengan mengusung tema besar bertajuk “Kita Kuta” Rabu 17 Juni 2026.
Perayaan ini langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Rangkaian perayaan dijadwalkan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga puncak acara pada 5 Januari 2027.

Ketua Panitia Acara, Alfred Yodhian, menegaskan “Kita Kuta” merefleksikan sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat setempat yang telah tumbuh bersama selama lebih dari tiga dekade.
“Kami ingin menonjolkan, perjalanan ini berawal dari Kartika dan terus menghidupkan denyut ekonomi Kuta hingga hari ini,” ujar Alfred dalam peluncuran rangkaian acara.
Senada dengan hal tersebut, General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel, Luis Daniel Garcia, menekankan pentingnya peran UMKM dan mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Perusahaan berkomitmen menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inisiatif Corporate Social Sustainability Responsibility (CSSR).
Di sektor ritel dan rekreasi, General Manager Discovery Mall Bali, Jifang, menyoroti pentingnya integrasi antara dunia usaha dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberlanjutan adalah kunci utama dalam menjaga daya tarik Kuta sebagai magnet wisatawan mancanegara maupun domestik.
“Ulang tahun ini menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan dunia usaha, komunitas, dan pelaku pariwisata guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ungkap Jifang.
Upaya ini turut didukung penuh oleh ekosistem Artha Graha Network, termasuk Bank Artha Graha Internasional dan Electronic City.
Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dampak positif bagi pelaku UMKM serta ekosistem pariwisata di Kuta dan sekitarnya.
Mengingat posisi strategisnya yang berada tepat di jantung pesisir Kuta, fokus utama dalam rangkaian perayaan ini adalah isu lingkungan.
Pihak manajemen mengintegrasikan pengalaman budaya dengan tanggung jawab lingkungan untuk memastikan kawasan ini tetap menjadi destinasi yang ramah, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Rangkaian kegiatan akan mencakup promosi khusus, aktivasi UMKM, hingga keterlibatan komunitas lokal.
Puncak dari perayaan “Kita Kuta” akan menjadi momentum refleksi perjalanan panjang kawasan tersebut sekaligus proyeksi strategis bagi masa depan pariwisata Bali yang lebih inklusif dan hijau. ***

