Denpasar – Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu kembali digelar serentak di sembilan kabupaten/kota di Bali (04/10).
Di Desa Sidakarya, Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di kawasan Hutan Bakau Pantai Sidakarya dengan melibatkan TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, TP PKK Desa Sidakarya, TP Posyandu Provinsi Bali, TP Posyandu Kota Denpasar, Sungai Watch, masyarakat, serta relawan.
Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pertama bulan berjalan. Tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih, kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesadaran dan membentuk kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan serentak di sembilan kabupaten/kota untuk memastikan gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi budaya yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, interaksi sosial, serta semangat gotong royong.
Manajer Lapangan Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan di Sidakarya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kolaborasi perdana antara Sungai Watch dengan TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali serta Kota Denpasar dalam membersihkan aliran sungai di kawasan pesisir.
“Harapannya ke depan tidak hanya bersih-bersih saja, tetapi bagaimana kita mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai karena semua akan bermuara ke pantai selatan kita,” ujarnya.
Made menegaskan penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Sampah dari permukiman maupun sungai berpotensi terbawa hingga kawasan pesisir dan laut. Edukasi mengenai pengelolaan dan pengurangan sampah perlu dilakukan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Ketua TP PKK dan Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, yang aktif menggerakkan kader dan anggota PKK untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.
“Kita lihat semangat Ibu, Putri ini sebagai semangat untuk memobilisasi ibu-ibu PKK agar rutin membersihkan lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, kita harus bijak memperlakukan sampah,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong budaya bersih dan semangat gotong royong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Gerakan ini dimulai dari lingkup terkecil, yakni telajakan dan lingkungan rumah masing-masing, kemudian meluas hingga ruang publik yang digunakan bersama.***

