Sorong– Membangun Tanah Papua ternyata tidak bisa disamaratakan dengan wilayah lain di Indonesia. Dibutuhkan hati, rasa hormat, dan pendekatan khusus agar program pemerintah bisa menyentuh akar rumput.
Hal inilah yang mendasari Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Sorong Selatan, Vinsen Kocu, angkat bicara.
Ia menilai gagasan pembangunan berbasis adat yang ditawarkan oleh Dr. Mervin Komber merupakan model paling ideal, adil, dan berkelanjutan untuk masa depan Papua.
Menurut Vinsen, program unggulan pemerintah pusat saat ini—seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih—akan jauh lebih efektif jika dikawinkan dengan pendekatan adat setempat.
“Program nasional dari Presiden Prabowo harus memperhatikan kearifan lokal Tanah Papua.
“Tentu dengan manajemen yang baik, elegan, dan bertanggung jawab. Di sini, adat harus menjadi jembatan sekaligus ruh pembangunan,” ujar Vinsen Kocu.
Ia menambahkan, adat di Papua bukan sekadar urusan budaya atau tradisi masa lalu.
Adat memegang legitimasi sosial, menjaga persatuan, dan menjadi kunci utama penerimaan masyarakat terhadap program-program baru.
Ketika struktur adat diabaikan, yang sering terjadi justru ketimpangan, penolakan sosial, hingga hilangnya kepercayaan warga terhadap pemerintah.
Sebagai tokoh pemuda Sorong Selatan, Vinsen menegaskan, indikator keberhasilan pembangunan di Papua tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik.
Kualitas hidup manusia—mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga perlindungan hak masyarakat adat—harus menjadi prioritas utama.
Agar program strategis seperti MBG dan Koperasi Merah Putih sukses, MPI KNPI mendorong pelibatan aktif dari pemuda lokal, pihak gereja, lembaga adat, dan kelompok masyarakat di kampung-kampung.
Di akhir pernyataannya, Vinsen mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil—untuk menjaga martabat orang asli Papua melalui pembangunan yang partisipatif.
Ia juga membakar semangat generasi muda Papua agar tidak tinggal diam.
Generasi muda Papua hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan nasional.
“Kita harus tampil sebagai pelaku utama yang menjaga identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.
Bagi MPI KNPI Sorong Selatan, kunci masa depan Papua sebenarnya sederhana: komunikasi yang terbuka dan penghargaan terhadap pemilik negeri.
“Papua bukan hanya tentang sumber daya alam, tetapi tentang manusia dan peradaban. Jika manusianya dibangun dengan hati, maka Papua akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Indonesia,” tutup Vinsen. ***

