Pemkab Tabanan Gelar Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka Banyuwangi, Pererat Keharmonisan Lewat Spiritualitas dan Seni Budaya

Sekda Tabanan Gede Susila menyampaikan kegiatan Bhakti Penganyar ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti umat Hindu ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

5 November 2026, 07:27 WIB

Tabanan – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11).

Kegiatan keagamaan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Tabanan.

Hadir mewakili Bupati Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., bersama Santi Susila, memimpin langsung jalannya persembahyangan bersama.

Turut mendampingi dalam rombongan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., menyampaikan kegiatan Bhakti Penganyar ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti umat Hindu ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka,” ujar Dr. I Gede Susila.

Momentum Hari Suci Pagerwesi sendiri dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas umat. Dr. I Gede Susila menambahkan, perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Suasana persembahyangan semakin semarak dengan adanya persembahan seni dan budaya Bali. Berbagai pementasan kesenian tradisional, seperti Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan dari Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan, turut ditampilkan untuk mengiringi jalannya upacara.

Persembahan tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan suasana, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat.

Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (parhyangan), sesama manusia (pawongan), dan alam lingkungan (palemahan) sesuai dengan ajaran luhur Tri Hita Karana. ***

Berita Lainnya

Terkini