Penguatan Pertahanan Wilayah, TNI AD Bentuk Dua Kodam Baru di Nusa Tenggara

Meski wilayah operasionalnya kini difokuskan khusus untuk Provinsi Bali, Kodam IX/Udayana memastikan akan terus meningkatkan profesionalisme dan adaptabilitas. Sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat juga akan terus dipererat guna menjamin stabilitas keamanan yang kondusif di Pulau Dewata.

6 Oktober 2026, 14:35 WIB

Jakarta– Komitmen TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam memperkuat sistem pertahanan dan pembinaan teritorial kembali diwujudkan melalui langkah reorganisasi besar-besaran. Sebanyak enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru resmi dibentuk di berbagai wilayah Indonesia, termasuk dua di antaranya yang berada di kawasan Nusa Tenggara.

Peresmian satuan-satuan baru tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Agenda penting ini menjadi bagian dari rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung khidmat di Lapangan Prima, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut melantik para perwira tinggi yang akan memegang tongkat komando di masing-masing Kodam baru.

Terkait kebijakan strategis ini, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, memberikan keterangan resmi mengenai implikasi pemekaran struktur tersebut terhadap wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Ia menyebutkan bahwa cakupan teritorial Kodam IX/Udayana mengalami penyesuaian demi efektivitas pelayanan dan pengamanan wilayah.

“Dengan adanya pengembangan organisasi TNI AD ini, wilayah yang sebelumnya berada dalam jajaran Kodam IX/Udayana, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, kini masing-masing menjadi wilayah komando tersendiri melalui pembentukan Kodam baru. Sementara Kodam IX/Udayana selanjutnya berkedudukan dan melaksanakan tugas kewilayahan di wilayah Bali,” ungkap Kolonel Inf Amrizal Nasution saat dikonfirmasi mengenai transisi kewilayahan tersebut.

Berdasarkan penataan baru ini, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya bertumpu pada Korem 161/Wira Sakti kini resmi naik tingkat menjadi Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Kepemimpinan di teritorial baru ini dipercayakan kepada Mayjen TNI Thevi Angandowa sebagai Pangdam XXVII/Sobe Sonbai.

Di sisi lain, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebelumnya masuk dalam kendali Korem 162/Wira Bhakti kini bertransformasi menjadi Kodam XXX/Rinambora. Posisi strategis sebagai Pangdam XXX/Rinambora resmi diemban oleh Mayjen TNI Edi Saputra.

Dengan terbentuknya dua satuan baru tersebut, peta komando pertahanan darat di kawasan selatan Indonesia kini terbagi ke dalam tiga kodam mandiri, yakni Kodam IX/Udayana untuk wilayah Bali, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di NTT, serta Kodam XXX/Rinambora di NTB.

Lebih lanjut, Kapendam IX/Udayana menekankan reorganisasi ini murni bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja dan responsivitas TNI AD dalam menghadapi tantangan zaman serta karakteristik geografis yang beragam di setiap daerah.

“Yang berubah adalah struktur organisasi dan kewilayahan, sedangkan semangat pengabdian, soliditas TNI, serta komitmen untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap menjadi satu kesatuan,” tegas Kolonel Inf Amrizal.

Meski wilayah operasionalnya kini difokuskan khusus untuk Provinsi Bali, Kodam IX/Udayana memastikan akan terus meningkatkan profesionalisme dan adaptabilitas.
Sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat juga akan terus dipererat guna menjamin stabilitas keamanan yang kondusif di Pulau Dewata. ***

Berita Lainnya

Terkini