Peringatan International Woman’s Day, Diharapkan Mampu Berdayakan Perempuan Melalui Kewirausahaan

8 Maret 2021, 19:32 WIB

serangkaian peringatan International Woman’s Day secara virtual yang
juga dihadiri oleh Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny. Tjok. Istri
Putri Hariyani Sukawati/ist

Denpasar – Melalui peringatan International Womans Day di Tengah
Pandemi Covid-19 diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan
perempuan kebanggaan Indonesia melalui kewirausahaan.

Kebijakan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) yang sudah
diterbitkan pada tahun 2004 merupakan salah satu prioritas Kementerian Negara
Pemberdayaan Perempuan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan di
bidang ekonomi.

Kebijakan PPEP ini sangat diperlukan dan berperan untuk mensinergikan
program-program yang terdapat pada sektor terkait yang berhubungan dengan
pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, agar yang dilakukan kedepan menjadi
lebih efektif dan efisien serta semakin membuka peluang dan peran serta
kelompok perempuan dalam berbagai bidang pembangunan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
I Gusti Ayu Bintang Darmawati serangkaian peringatan International Woman’s Day
secara virtual yang juga dihadiri oleh Ketua Forkomwil Puspa Provinsi Bali Ny.
Tjok. Istri Putri Hariyani Sukawati, Senin (8/3/2021).

Hingga saat ini terdapat 98,68% usaha mikro dari total 64,18 juta Unit Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah wujud sistem ekonomi kerakyatan yang
mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjamin ketahanan perekonomian
nasional secara berkelanjutan.

UMKM memiliki kontribusi sekitar 61% terhadap PDB dan serapan tenaga kerja
yang tercatat jauh lebih besar yakni berkisar 97% terhadap total angkatan
kerja.

Namun, akibat pandemi Covid-19 menyebabkan perempuan yang bergantung pada
pendapatan dari usaha keluarga, mengalami pengurangan pendapatan yang cukup
besar, yaitu hampir 82%.

Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan lima (5) isu prioritas terkait
perempuan dan anak yang perlu menjadi perhatian utama dan diselesaikan oleh
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam periode
2020-2024, salah satunya adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam
kewirausahaan.

Dengan mengangkat tema “Perempuan Wirausaha, Perempuan Kebanggaan Indonesia”
diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap tokoh perempuan inspiratif
pelaku Industri Rumahan (IR) dan UMKM, mampu meningkatkan pemberdayaan ekonomi
perempuan melalui kewirausahaan bagi pelaku.

Juga menjadi pendamping UMKM sekaligus meningkatnya komitmen dan membuka
peluang sinergi kegiatan lanjutan antara Kementerian PPPA dengan Kalbe Farma
dalam mengusung pesan positif untuk mendukung kewirausahaan perempuan.

Selain itu juga mendapatkan masukan atas solusi yang tepat bagi pemberdayaan
ekonomi perempuan. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini