Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi Inklusif di Denpasar Lewat Difapreneur dan Skizopreneur

Pertamina resmi memulai Tahap IV program CSR unggulannya: DIFEL Café (Difapreneur) dan unit usaha Skizopreneur di Rumah Berdaya.

21 Mei 2026, 21:14 WIB

Denpasar -Dalam rangka merayakan Hari Kebangkitan Nasional, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melangkah lebih jauh dalam memberdayakan masyarakat rentan di Denpasar.

Melalui unit Fuel Terminal Sanggaran, Pertamina resmi memulai Tahap IV program CSR unggulannya: DIFEL Café (Difapreneur) dan unit usaha Skizopreneur di Rumah Berdaya.

Fokus utama tahap ini adalah meningkatkan profesionalisme usaha agar para penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia yang tergabung di dalamnya dapat bersaing di pasar modern.

Pertamina memberikan pendampingan intensif, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengurusan legalitas usaha dan sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran digital.

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan inisiatif ini merupakan perwujudan semangat kebangkitan nasional yang sesungguhnya.

“Kami ingin memastikan kemandirian bangsa mencakup semua orang. Fokus kami adalah membuat bisnis mereka naik kelas, memiliki tata kelola yang profesional, dan mampu berdiri sendiri,” ujarnya.

Para pelaku usaha, seperti KUBE Gantari Jaya Graha Nawasena yang mengelola DIFEL Café, menyambut langkah ini dengan antusias.

Mereka percaya dengan manajemen yang lebih tertata, stigma sosial dapat ditepis dan produktivitas mereka semakin diakui.

Hal serupa dirasakan oleh penggerak program Skizopreneur yang fokus pada produksi dupa dan jasa cuci motor.

Bagi mereka, dukungan legalitas dan pemasaran bukan sekadar soal keuntungan ekonomi, tetapi juga langkah penting untuk pemulihan martabat dan kemandirian jangka panjang.

Keberhasilan program di Denpasar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain, membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, kelompok disabilitas dan penyintas skizofrenia mampu menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing.***

Berita Lainnya

Terkini