Pesan Hangat Bupati Badung: Sinergi Lintas Agama Kunci Membangun Daerah

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menekankan, halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan dan ukhuwah masyarakat.

3 Mei 2026, 15:25 WIB

BadungHalal Bihalal Majelis Ulama Indonesia bersama Ormas Islam se-Badung berlangsung penuh kehangatan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Mangupura, Minggu (3/5).

Dalam acara tersebut, sambutan tertulis Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dibacakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos.

Adi Arnawa menekankan, halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan dan ukhuwah masyarakat.

Tema yang diangkat, “Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mewujudkan sumber daya manusia Badung yang unggul dan sejahtera,” dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Ia menegaskan, kehadiran berbagai elemen masyarakat mulai dari ulama, cendekiawan, hingga tokoh lintas agama menjadi bukti bahwa moderasi beragama dan toleransi di Kabupaten Badung berjalan indah.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, adalah pondasi utama menjaga keutuhan NKRI sekaligus mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, menyadari pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual.

Karena itu, peran ormas Islam dan lembaga pendidikan Islam sangat krusial dalam membentuk karakter sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

Adi Arnawa menyampaikan tiga harapan penting melalui momentum ini. Pertama, ormas Islam diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusifitas wilayah.

Kedua, lembaga pendidikan Islam diminta terus berinovasi mencetak generasi muda Badung yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual. Ketiga, sinergi lintas agama harus tetap dijaga sebagai pondasi stabilitas nasional demi keberlanjutan ekonomi dan pariwisata.

“Badung dikenal sebagai daerah majemuk dengan keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Karena itu, menjaga kerukunan antarumat beragama adalah pelopor toleransi, memperkuat moderasi beragama, dan menebarkan nilai-nilai kedamaian,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Adi Arnawa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum halal bihalal sebagai titik awal memperkuat kolaborasi, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Badung yang lebih baik ke depan.**”

Berita Lainnya

Terkini