Denpasar – Harapan umat Muslim di Bali akhirnya terwujud. Setelah bertahun-tahun menanti, kini mereka memiliki rumah bersama untuk pelayanan umat: Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali yang berdiri megah di Jalan Pura Banyu Kuning, Padangsambian, Denpasar Barat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Sabtu (18/4/2026).
Dengan lantunan doa, Koster mengucapkan, “Om Awighnam Astu Namo Siddham, gedung MUI ini dengan resmi titiang buka dan diresmikan untuk beroperasi,” yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Momentum ini menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan umat Muslim di Pulau Dewata.
Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 7 are ini menelan biaya pembangunan lebih dari Rp 3,6 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp 1,5 miliar berasal dari dukungan Pemerintah Provinsi Bali, sementara sisanya merupakan sumbangan umat. Dana tersebut murni untuk pembangunan fisik, belum termasuk pembebasan lahan.
“Yang membuat bangga adalah semangat gotong royong. Dengan cara ini, beban terasa ringan dan hasilnya bisa kita nikmati bersama,” ujar Koster.
Gubernur Koster berharap gedung ini menjadi pusat pelayanan umat Muslim Bali, sekaligus ruang yang menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Sepatutnya gedung ini digunakan untuk memberikan pelayanan optimal kepada umat Muslim agar terjaga dengan baik,” tegasnya.
Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Gedung ini berfungsi melayani umat, masyarakat, siapapun yang memerlukan pelayanan dari MUI Bali,” katanya penuh haru.
Perjalanan pembangunan gedung ini bukan tanpa hambatan. Peletakan batu pertama dilakukan tahun 2019 oleh Gubernur Koster, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Berkat kerja keras panitia yang dipimpin H. Ekky Rezal dan dukungan berbagai pihak, pembangunan kembali berjalan hingga akhirnya rampung.
“Alhamdulillah, berkat suntikan dana Rp 1,5 miliar dari Pemprov Bali dan dukungan para donatur, gedung ini bisa berdiri. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ungkap Ekky Rezal.
Gedung MUI Bali terdiri dari tiga lantai dengan fungsi berbeda:
– Lantai 1: Mushala dan ruang kegiatan umat.
– Lantai 2: Ruang kerja pengurus dan komisi-komisi MUI.
– Lantai 3: Disewakan untuk organisasi masyarakat Muslim yang belum memiliki kantor.
Peresmian semakin semarak dengan penampilan tari Rodat anak-anak dari Kampung Muslim Kepaon, Denpasar, yang menambah nuansa kebersamaan dan kebanggaan.***

