Tanah Lot Art and Food Festival 2026 Kembali Digelar, Hadirkan Penyegaran pada Parade Gebogan

Manik Tenaya menjelaskan perbedaan utama pada penyelenggaraan tahun ini terletak pada format partisipasi kesenian, khususnya dalam pelaksanaan Parade Gebogan yang menjadi ikon festival.

25 Agustus 2026, 00:43 WIB

Tanah Lot – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kembali bersiap menyambut gelaran akbar Tanah Lot Art and Food Festival. Mengusung tajuk dan semangat yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, festival pariwisata andalan Kabupaten Tabanan ini dipastikan hadir dengan sejumlah catatan penyegaran dalam tata pelaksanaannya.

Hal tersebut diungkapkan Manik Tenaya selaku event organizer (penyelenggara) dalam sesi konferensi pers yang berlangsung di kawasan Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Acara tersebut dihadiri Sekda Pemkab Tabanan I Gede Susila, Kadis Pariwisata Agus Manajer Operasional DTW Tanah Lot

Dalam keterangannya, Manik Tenaya menjelaskan perbedaan utama pada penyelenggaraan tahun ini terletak pada format partisipasi kesenian, khususnya dalam pelaksanaan Parade Gebogan yang menjadi ikon festival.

“Jika pada tahun-tahun sebelumnya festival di Tanah Lot ini kita lakukan dengan adanya parade gebogan dan kesenian yang berkontribusi adalah desa adat se-Kecamatan Kediri, namun pada tahun ini parade gebogan itu khusus nanti Desa Beraban yang tampil,” jelas Manik Tenaya saat konferensi pers.

Meski demikian, Manik Tenaya menegaskan Desa Adat se-Kecamatan Kediri nantinya akan tetap berpartisipasi dan menyumbangkan berbagai pementasan kesenian lainnya.

Penyesuaian dilakukan di mana fokus penanganan Parade Gebogan dan Bleganjur dikhususkan kepada Desa Beraban, tanpa mengurangi esensi maupun makna sakral dari festival.

Sebagai wilayah penyangga utama yang menaungi kawasan DTW Tanah Lot, Desa Beraban memiliki potensi budaya yang sangat kuat dengan total 15 banjar adat.

Guna menjaga kemeriahan dan kekhidmatan acara, penyelenggaraan Parade Gebogan selama tiga hari pelaksanaan festival akan dibagi secara bergiliran:

Tanggal 28 Agustus: Diikuti oleh 5 Banjar Adat pertama.

Tanggal 29 Agustus: Diikuti oleh 5 Banjar Adat berikutnya.

Tanggal 30 Agustus (Penutupan): Diikuti oleh 5 Banjar Adat terakhir.

Melalui pola bergilir ini, marwah serta kemeriahan Parade Gebogan diyakini tetap terjaga sepenuhnya tanpa menghilangkan substansi budaya tradisi yang telah berjalan dari tahun ke tahun.

Menutup sesi jumpa pers, Manik Tenaya mengajak seluruh media turut membantu menyebarluaskan informasi positif bahwa ajang promosi pariwisata ini tetap konsisten dilaksanakan.

Di tengah berbagai tantangan dan situasi yang ada, masyarakat Desa Beraban menyatakan komitmen penuh agar perhelatan akbar ini dapat berjalan lancar, sukses, serta mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Bali, khususnya Tabanan. ***

Berita Lainnya

Terkini