Kunjungan Wisatawan Bali 2025 Tembus 16,3 Juta, Perputaran Ekonomi Capai Rp176 Triliun

Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan, banyak tamu yang datang, makin padat pula masalah yang harus diselesaikan mulai alih fungsi lahan, gunungan sampah, krisis air bersih, hingga kemacetan

22 Juli 2026, 20:27 WIB

Denpasar– Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 kunjungan wisatawan ke Bali sukses menembus angka fantastis, yakni 16,3 juta orang!

Jumlah ini terdiri dari 7,05 juta wisatawan asing dan 9,3 juta wisatawan lokal. Angka yang luar biasa karena hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk lokal Bali yang “hanya” sekitar 4,5 juta jiwa.

Lonjakan pelancong ini otomatis menjadi bahan bakar utama bagi perekonomian lokal. Kontribusi Bali terhadap pariwisata nasional terbilang sangat perkasa, menyumbang 45,8 persen dari total kunjungan wisata se-Indonesia.

Rata-rata dompet wisatawan asing juga tergolong tebal, dengan pengeluaran sekitar 1.522 dolar AS per kunjungan. Kalau ditotal, perputaran uang di sektor pariwisata Bali tahun lalu menyentuh angka Rp176 triliun atau nyaris setengah dari kue pariwisata nasional!

Dampaknya tentu bikin senyum lebar. Ekonomi Bali ikut melesat di angka 5,82 persen, tingkat kemiskinan anjlok jadi yang terendah di Indonesia yaitu 3,42 persen, dan pengangguran menyusut tipis ke angka 1,45 persen. Pendapatan warga pun ikutan naik kelas.

Di balik gelimang cuan dan prestasi ekonomi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan, ada PR besar yang mengintai. Makin banyak tamu yang datang, makin padat pula masalah yang harus diselesaikan.

Mulai dari alih fungsi lahan, gunungan sampah, krisis air bersih, hingga momok abadi wisatawan: kemacetan lalu lintas.

“Infrastruktur dan layanan publik kita belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan aktivitas. Kemacetan menjadi perhatian utama,” ungkap Koster dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Bali kehilangan pesonanya dan kalah saing dengan destinasi lain.

Supaya Bali tetap nyaman ditinggali dan asyik dikunjungi, Pemerintah Provinsi Bali langsung pasang badan menyiapkan sederet strategi jempolan:

Atasi Sampah & Air Bersih: Menggalakkan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan mengebut penyediaan air bersih di daerah rawan seperti Karangasem dan Jembrana.

Ketahanan Energi & Pangan: Mendorong pembangkit listrik tenaga gas serta memajukan sektor pertanian organik.

Babat Kemacetan: Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan raya demi konektivitas yang lebih mulus.

Jalur Laut Baru: Mengembangkan jalur logistik laut dari Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem untuk mengurangi beban kendaraan di jalur darat, terutama saat musim liburan dan hari raya.

Koster menegaskan, pembenahan besar-besaran ini adalah harga mati agar pariwisata Bali tidak hanya jaya secara angka, tapi juga ramah lingkungan dan menyejahterakan masyarakat dalam jangka panjang. ***

Berita Lainnya

Terkini