Transformasi Sampah Bali: Dari Masalah Lingkungan ke Sumber Listrik Bersih

22 April 2026, 09:18 WIB

Jakarta – Perjuangan panjang Gubernur Bali Wayan Koster mencari solusi atas persoalan sampah akhirnya berbuah terang.

Pemerintah pusat resmi menyepakati pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dimulai Juli 2026 di Benoa, Denpasar.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Kantor Menko Bidang Pangan, Jakarta, 21 April 2026.

Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Badung Adi Arnawa, serta jajaran pemerintah pusat dan operator pembangunan.

PSEL berbasis teknologi ramah lingkungan akan segera hadir di Bali,” tegas Koster. Peletakan batu pertama dijadwalkan 8 Juli 2026, bertepatan dengan hari baik menurut tradisi Bali.

Proyek ini ditarget rampung Oktober 2027 dan mulai beroperasi Desember 2027.

Fasilitas PSEL diproyeksikan mampu mengolah minimal 1.200 ton sampah per hari, dengan Denpasar menyumbang sekitar 700 ton dan Badung 500 ton.

Namun, Koster menekankan keberhasilan proyek ini bukan semata pada teknologi, melainkan pada partisipasi masyarakat.

“Budaya memilah sampah dari sumber harus diperkuat. Sampah yang terpilah akan membuat PSEL lebih efisien dan listrik yang dihasilkan lebih optimal,” ujarnya.

Energi listrik hasil pengolahan sampah nantinya akan langsung dibeli PT PLN sebagai bagian dari komitmen menghadirkan energi bersih berkelanjutan di Bali.

Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wamendagri, serta jajaran direksi PT PLN dan Pelindo.***

Berita Lainnya

Terkini