Jayapura – Masa depan Papua dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi perhatian serius bagi Ketua Umum Indonesia Brain, Yunus Saflembolo, SE., MTP.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kunci kemajuan Papua terletak pada pendekatan humanis dan konektivitas, bukan melalui jalan kekerasan.
Yunus menekankan, Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. Menurutnya, Indonesia adalah “rumah besar” yang harus dijaga dan dibangun bersama oleh seluruh anak bangsa.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk meninggalkan pola-pola konflik dan beralih ke pembangunan yang berbasis kasih sayang.
“Membangun Papua harus dengan hati, bukan dengan senjata. Hilangkan kekerasan, ciptakan pertumbuhan! Hilangkan konflik, maka kedamaian akan tercipta dengan sendirinya,” ujar Yunus Saflembolo dalam dokumen visi strategisnya, Senin (18/5/2026).
Yunus menyoroti tantangan geografis Papua yang memiliki medan menantang, mulai dari pegunungan tinggi hingga lembah yang terisolasi. Untuk mengatasi hal ini, ia menawarkan dua pilar konektivitas utama agar tidak ada lagi daerah yang tertinggal.
Pertama, yaitu “Membuka Langit” dengan memperluas jaringan transportasi udara hingga ke pelosok untuk mempermudah mobilitas warga.
Kedua, “Menguasai Laut” dengan memaksimalkan transportasi laut sebagai jalan raya utama yang menghubungkan pusat ekonomi pesisir hingga ke pulau-pulau kecil.
“Kunci kemajuan ada pada konektivitas. Kita harus menghubungkan gunung, lembah, dan laut agar distribusi barang dan jasa lancar. Jika arus ekonomi berjalan, kesejahteraan rakyat pasti akan meningkat,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Yunus juga mendorong penguatan Ekonomi Kerakyatan.
Ia ingin potensi lokal di sektor pertanian, kehutanan, peternakan, hingga pariwisata dikelola langsung oleh masyarakat setempat agar warga Papua benar-benar menjadi tuan di tanahnya
Dia percaya, pendidikan, kesehatan, serta investasi yang tepat akan melahirkan generasi muda Papua yang berdaya saing tinggi.
Baginya, senjata dan kekerasan hanya akan meninggalkan luka, sementara dialog dan pendekatan kemanusiaan adalah cara paling efektif untuk merangkul keberagaman adat dan budaya di Papua.
Ketika rakyat sejahtera, damai akan tumbuh dengan sendirinya. Kemajuan Papua adalah cermin kemajuan Indonesia.
“Kesejahteraan di ujung timur berarti kesempurnaan kemakmuran di seluruh Nusantara,” tutup Yunus dengan semangat *Papua Bangkit, Indonesia Sejahtera*.

