Denpasar– Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membawa dampak besar bagi dunia informasi. Media online kini diharapkan tidak hanya menjadi sumber berita, tetapi juga sarana edukasi publik dengan menyajikan informasi yang faktual dan dapat dipercaya.
Di sisi lain, hadirnya kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tantangan baru.
Teknologi ini memberi kemudahan dalam berbagai aktivitas, namun juga membuka peluang penyalahgunaan, terutama dalam penyebaran hoaks yang semakin sulit dibedakan dari fakta.
Kepala Humas sekaligus Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, Gede Ngurah Arthanaya, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya peran media dalam mencerdaskan masyarakat.
Ia mengingatkan kebebasan pers harus selalu diiringi tanggung jawab terhadap kebenaran informasi.
Hal senada disampaikan Dr. Fahmiron, S.H., M.Hum., yang menilai AMSI sejak berdiri pada 2017 memiliki peran strategis sebagai acuan pemberitaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, kecepatan penyebaran berita harus selalu diimbangi dengan akurasi data agar masyarakat tidak terjebak informasi menyesatkan.
Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, memaparkan sejumlah langkah konkret, termasuk program podcast AMSI Talk sebagai sarana komunikasi publik.
Dengan 26 media online yang tergabung, AMSI Bali siap memperluas jangkauan informasi berkualitas melalui kolaborasi antaranggota.
Dalam rangka HUT ke-8 AMSI Bali pada April 2026, organisasi ini juga menyiapkan agenda sosial dan edukatif, seperti donor darah, talk show kesehatan tentang pencegahan stroke, serta senam sehat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata kontribusi AMSI Bali bagi masyarakat.***

