Atasi Macet hingga Sampah, Bali Berbenah Total demi Kenyamanan Wisatawan

Gubernur Koster mengapresiasi kesuksesan BBTF 2026 yang berhasil menarik 407 tour operator dari 44 negara dengan nilai potensi transaksi mencapai Rp 6,9 triliun.

30 Mei 2026, 16:16 WIB

Nusa Dua – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pariwisata Bali tetap memiliki ketahanan yang kuat meski dihadapkan pada berbagai tantangan global maupun domestik.

Hal ini disampaikan saat menutup gelaran ‘Bali & Beyond Travel Fair’ (BBTF) 2026 di Nusa Dua, Badung  Sabtu (30/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menguraikan langkah-langkah strategis pemerintah untuk menjaga marwah pariwisata Bali yang berbasis budaya dan bermartabat.

Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, Pemprov Bali tengah mengebut penanganan isu klasik seperti sampah dan kemacetan.

Pengolahan sampah berbasis energi listrik terus dipercepat agar tuntas sepenuhnya pada 2028.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan, pembangunan infrastruktur transportasi darat dan laut sedang digencarkan dengan dukungan penuh pemerintah pusat, dan ditargetkan rampung pada 2030.

Selain itu, Bali berkomitmen penuh terhadap kemandirian energi bersih dengan membangun pembangkit listrik ramah lingkungan di dalam pulau, sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan luar.

Terkait isu keamanan dan ketertiban, Gubernur Koster menekankan pentingnya disiplin bagi pelaku usaha dan wisatawan.

Ia menyoroti perlunya penertiban vila ilegal serta tindakan tegas terhadap oknum wisatawan yang tidak menghormati adat dan budaya Bali.

Menurutnya, hal ini penting untuk menjaga kualitas pariwisata agar sejalan dengan visi “Bali 100 Tahun” (2025-2125), yang memprioritaskan pariwisata berkualitas, bukan sekadar kuantitas.

Meski sempat ada kekhawatiran dampak konflik global terhadap jumlah kunjungan, data menunjukkan ekonomi pariwisata Bali tetap stabil.

Hingga akhir Mei 2026, penerimaan pajak hotel dan restoran justru menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai angka Rp 2,9 triliun.

Gubernur Koster menjelaskan, penurunan jumlah wisatawan asing sebagian besar terjadi pada segmen akomodasi ilegal yang tidak memberikan kontribusi pajak, sementara hotel-hotel resmi seperti The Westin dan Marriot Grup tetap mencatatkan tingkat hunian yang solid.

Menutup acara, Gubernur Koster mengapresiasi kesuksesan BBTF 2026 yang berhasil menarik 407 tour operator dari 44 negara dengan potensi transaksi mencapai Rp 6,9 triliun.

Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendukung dan memperbesar skala BBTF agar kualitas penyelenggaraan serta dampaknya bagi ekonomi Bali semakin dirasakan oleh masyarakat luas. ***

Berita Lainnya

Terkini