Yogyakarta – PSSI kini punya strategi baru untuk memajukan sepak bola Indonesia. Fokus pembinaan mulai digeser ke kelompok usia yang lebih muda, yakni U-13 dan U-15.
Langkah ini diambil agar Indonesia punya ‘generasi emas’ yang nantinya bisa bersaing hingga ke kompetisi Eropa.
Untuk mewujudkan hal tersebut, PSSI berencana membangun sejumlah pusat pelatihan (training center) di berbagai daerah. Salah satu daerah yang dilirik sebagai lokasi potensial adalah Yogyakarta.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan pembinaan tidak boleh hanya terpaku pada timnas senior, U-20, atau U-23.
Kebijakan ini juga merespons langkah FIFA yang mulai menyelenggarakan Kejuaraan Dunia U-15.
“Kalau kita fokus di U-20 dan U-23 saja, itu telat. Kalau kita mulai dari usia U-13 dan U-15, kita bisa melahirkan bibit-bibit bagus yang nantinya bisa bermain di Eropa,” ujar Erick saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Proyek pusat pelatihan ini ditargetkan mulai berjalan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Terkait peluang Yogyakarta menjadi lokasi, Erick menekankan pentingnya komitmen dari pemerintah daerah serta dukungan para pemangku kepentingan setempat.
Sebagai pendukung, PSSI juga akan memperketat kompetisi mulai dari level kota hingga provinsi. Tujuannya agar pemantauan bakat pemain muda bisa berjalan lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Agar program berjalan lancar, PSSI juga mengatur struktur kepelatihan dengan pembagian tugas yang jelas:
Coach John: Tetap memegang kendali timnas senior serta menjaga kesinambungan dengan kelompok umur U-20 dan U-23.
Direktur Teknik (Alex): Bertanggung jawab merancang formula khusus untuk pembinaan kelompok umur U-17 hingga U-15.
Dengan perubahan strategi ini, PSSI berharap talenta-talenta muda Indonesia bisa berkembang lebih maksimal dan siap menembus kancah internasional. ***

