Lahan Kian Terbatas, Gubernur Koster Ajak Pengembang di Bali Mulai Bangun Hunian Efisien

Gubernur Koster menekankan agar pengembang tidak lagi merancang hunian yang memakan terlalu banyak ruang.

9 Juli 2026, 06:48 WIB

Denpasar – Menghadapi tantangan lahan yang semakin terbatas di Pulau Dewata, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) untuk mulai berinovasi.

Ia mendorong terciptanya konsep hunian masa depan yang lebih efisien dan hemat lahan, demi menjawab kebutuhan perumahan bagi generasi mendatang.

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel, Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengingatkan Bali memiliki luas wilayah yang terbatas, yakni hanya 5.590 kilometer persegi.

Oleh karena itu, ia menekankan agar pengembang tidak lagi merancang hunian yang memakan terlalu banyak ruang.

“Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan kita akan habis,” ungkap Koster.

Ia pun mencontohkan hunian di Jepang yang tetap nyaman meski dibangun dengan desain yang ringkas.

Konsep inilah yang menurutnya perlu diadaptasi, terutama untuk wilayah padat penduduk seperti Kota Denpasar.

Gubernur yang menjabat dua periode ini juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lahan pertanian melalui Perda Nomor 4 Tahun 2026.

Aturan ini melarang alih fungsi lahan produktif untuk pemukiman.

“Lahan produktif tidak bisa dilabrak untuk kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif yang boleh dikembangkan,” tegasnya.

Ia pun telah meminta dinas terkait untuk memetakan kawasan mana saja yang layak dijadikan pemukiman di setiap kabupaten/kota.

Selain itu, Koster memberikan sinyal positif terkait aspirasi REI mengenai batas minimum luas pengembangan perumahan.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan para bupati agar aturan luas minimum yang saat ini 100 meter persegi bisa lebih fleksibel.

Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Darma Setiawan, menyambut baik arahan tersebut.

Menurutnya, Rakerda ini menjadi momentum bagi para pengembang untuk lebih adaptif.

Apalagi, REI memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan tiga juta hunian bagi masyarakat.

Senada dengan hal itu, Ketua DPP REI, Joko Suranto, turut mengapresiasi perhatian Gubernur Koster terhadap sektor properti.

Disebutkan investasi properti di Bali saat ini sangat besar, mencapai Rp12,1 triliun. Namun, ia menekankan angka tersebut perlu dibarengi dengan kebijakan zonasi yang jelas dan dukungan pemerintah agar pengembangannya lebih tertata.

Rakerda REI Bali tahun ini diikuti oleh 61 peserta, yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi organisasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan industri properti ke depan.  ***

Berita Lainnya

Terkini