Keluarga Korban Bom Bali Lupakan Amrozi Cs

12 Oktober 2014, 23:22 WIB

KUTA – Para keluarga korban tragedi Bom Bali sudah melupakan pelaku Amrozi Cs dan lebih fokus untuk menyongsong masa depan mereka. Usai melakukan doa bersama dan tabur bunga di Ground Zero Jalan Legian, Kuta dalam memperingati tragedi kemanusiaan 12, para keluarga keluarga Bom Bali saling berbagi cerita perjalanan hidup mereka.

Salah seorang korban Bom Bali Wayan Ani, mengaku sudah bisa melupakan tragedi kemanusiaan yang menewaskan 202 warga asing dan warga lainny. Wayan memilih tidak mau larut dalam peristiwa kelam itu dan mulai fokus untuk membesarkan anak anaknya.

“Anak saya masih  duduk di taman kanak-kanak dan  satu lagi di SLTP.  fokus saya ya membesarkan dua anak saya,” tuturmya, Minggu (12/10/14). Diakuinya, sampai saat ini anaknya yang masih di TK dapat bantuan Rp2 juta pertahun.

Sedangkan, anaknya yang sudah di bangku SMP, dia mulai terasa berat menanggung biaya biaya kebutuhan sekolah dan sehari-harinya. Pada acara tabur bunga dan tabur bunga dihadiri pula puluhan keluarga dan korban yang tergabung dalam Yayasan Isyana Dewata dan diikuti pula wisatawan asinh lainnya.

Gubernur Made Mangku Pastika dalam kesempatan itu  menhatakan peringatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan umat manusia agar jangan sampai terjadi lagi tragedi kemanusiaan seperti itu di muka bumi. “Ini mengingatkan kepada kita semua manusia, apapun warna kulitnya, apapun profesinya, kita adalah saudara. Kita semua datang ke sini untuk perdamaian,” tukas mantan Kapolda Bali itu.

Pihaknya bersama masyarakat Bali menyerukan perdamaian dan itu harus dimula dari diri sendiri. Dia mengajak korban dan keluarga korban Bpm Bali dan umat manusia lainnya ahar Jangan memendam dendam, karena bisa membuat luka berkepanjangan.

Kendati, paska bom, hidup dan kehidupan Bali serta keluarga korban dari berbagai negara ikut menderita dan porak poranda akibat aksi Ameozi dkk, namun harus tetap melihat ke depan. “Saya percaya kita porak poranda akibat bom ini. Tapi hidup harus terus berjalan,” katanya mengingatkan dalam acara yang dihadiri para konsulat negara yang warga negaranya turut menjadi korban Bom Bali. (rma)

Berita Lainnya

Terkini