Keris Jawa-Bali Diarak Keliling Kota Denpasar

16 Oktober 2014, 05:41 WIB

DENPASAR – Bertepatan dengan Petinget Rahina Tumpek Landep masyarakat Kota Denpasar mendapat suguhan menarik lewat pawai keris pusaka yang berasal dari Jawa dan Bali. Kegoiatan yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar juga dalam bentuk pameran keris serta saresehan bertajuk “Memuliakan Keris Pusaka dan  Mengapresiasi Nilai Kebangsaan”.

Wali Kota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, bersama sejumlah tokoh puri yang berlangsung selama tiga hari dari 15-17 Oktober di depan Museum Bali. “Peringatan Tumpek Landep sebagai suatu kearifan lokal di Bali dengan representasi keris yang harus dihidupkan terus diera global dengan spirit yang harus terus dibangkitkan,” katanya, Rabu (15/10/14).

Kata dia, transformasi Tumpek Landep secara kekinian dengan fungsi dan makna arti keris yang harus diketahui oleh masyarakat, disamping pengetahuan tentang konsep lahiriah dan batiniah. Landep memiliki  arti “Ketajaman”, dengan fungsi keris tidak hanya untuk berperang saja, namun refresentasi keris sebagai religiusitas, kepemimpinan, dan kemasyarakatan dengan keraifan lokal yang tetap harus dibangkitkan.

Dalam konteks kekinian kata Rai Mantra, pembuatan keris harus dihargai karena memerlukan kecerdasan dalam pembutannya sebagai jiwa dan kekuatan. Dari zaman Nusantara dan Majapahit yang selalu menggunakan keris seperti jaman Bung Karno dengan spirit sebagai alat tempur yang memiliki kekuatan inerpower.

Dalam kegiatan ini juga diikuti sejumlah paguyuban dan tokoh keris Nusantara dari Jawa, Madura, Malang, dan Bandung dengan memamerkan berbagai macam keris di Gedung Museum Bali. Kegiatan diisi juga peluncuran buku Jelajah Keris Bali seri 2 yang menyajikan informasi komprehensif dengan aneka ragam bahan dasar, teknologi, seleksi bahan sampai mewaspdaai bahan beracun. (gek)

Berita Lainnya

Terkini