Buleleng – Sebanyak 1.040 warga dari delapan desa di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana pada Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada respons darurat menghadapi potensi gempa bumi dan banjir bandang yang dinilai sebagai ancaman utama di wilayah tersebut.
Simulasi yang dipusatkan di Lapangan Umum Kecamatan Seririt digelar oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan semacam ini penting dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“Dengan kesiapsiagaan, kita mampu meminimalkan korban jiwa maupun kerugian material,” ujarnya.
Wakil Ketua LPBI NU, Affan Rozi, menjelaskan pemilihan Kecamatan Seririt sebagai lokasi simulasi didasarkan pada peta kawasan rawan bencana (KRB) serta kajian risiko.
Ancaman utama di wilayah ini adalah gempa bumi dan banjir bandang, mengingat kondisi geografis berupa daerah aliran sungai serta riwayat gempa besar yang pernah terjadi pada tahun 1976.
Melalui kegiatan ini, LPBI NU menargetkan terbentuknya desa tangguh bencana di setiap desa peserta.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki kapasitas mandiri dalam menghadapi situasi darurat. ***

