Buleleng – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng periode 2025-2030 resmi dikukuhkan pada Ahad (24/5/2026).
Pelantikan berlangsung di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng ini menandai dimulainya semangat baru untuk mempererat kerukunan dan membangun daerah yang lebih harmonis dan bermartabat.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H. Bambang Santoso.
Sejumlah tokoh agama dan pengurus baru, mulai dari Dewan Pertimbangan hingga jajaran komisi, telah siap mengemban tugas selama lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, menekankan pentingnya peran MUI di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
Dia mengingatkan tantangan ke depan tidaklah mudah, terutama dengan adanya pergeseran nilai sosial akibat kemajuan teknologi.
Oleh karena itu, pengurus MUI dituntut untuk bekerja secara profesional, solutif, dan peka terhadap persoalan umat yang semakin kompleks.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Buleleng, H. Abdurrahman Said, Lc., mengingatkan MUI adalah wadah pengabdian.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk selalu memperbaiki hubungan dengan Tuhan (hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas). Menurutnya, kunci kerukunan adalah saling menghargai dan bersinergi demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
H. Bambang Santoso dari MUI Bali pun memberikan pesan agar pengurus MUI menghindari sikap ego kelompok atau menebar fitnah.
Ia berharap MUI Buleleng bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban masyarakat serta menjadi sosok penyejuk di tengah keberagaman.
Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diwakili Kepala Kesbangpol, Nyoman Widiartha, turut memberikan apresiasi. Pihaknya berharap MUI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat toleransi dan menjadi panutan bagi masyarakat.
Apalagi, Buleleng selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat menjunjung tinggi kebersamaan di tengah perbedaan. ***

