FOTO Bali Festival 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Fotografi Global

13 Juni 2026, 18:28 WIB

Tabanan – FOTO Bali Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Nuanu Creative City dan berlangsung pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026 terus berkembang melampaui format pameran fotografi konvensional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan industri fotografi di Indonesia dan Asia Tenggara akan akses, kolaborasi, serta sistem dukungan jangka panjang yang lebih kuat bagi para praktisi, festival ini hadir sebagai ruang yang mempertemukan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan ekosistem fotografi secara berkelanjutan.

“Bagi Nuanu, FOTO Bali Festival adalah tentang bertemunya berbagai perspektif dalam bentuk yang dapat dilihat secara nyata,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Memasuki edisi keduanya, FOTO Bali Festival 2026 mengangkat tema AFTERIMAGE, dikurasi oleh Kurniadi Widodo dan Putu Sridiniari, serta menghadirkan 38 seniman dari 24 negara melalui berbagai program yang mencakup pameran, photobook, karya multimedia, diskusi, lokakarya, pemutaran film, hingga program publik.

Bertempat di Block 42, Nuanu Creative City, LIGHTS IN FRAME menampilkan karya 23 seniman dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan alumni MTN Lab 2025.

Para seniman sebelumnya mengikuti program MTN Lab di Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, dan Gorontalo, dengan praktik artistik yang berangkat dari observasi, konteks sosial, memori personal, arsip, lanskap, komunitas, hingga kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi bersama ISI Bali menghadirkan 21 seniman ke dalam program festival sekaligus membangun jembatan penting antara dunia pendidikan seni dan ekosistem budaya profesional.

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi mereka untuk mempresentasikan karya, terlibat dalam dialog, serta berinteraksi langsung dengan kurator, praktisi, institusi, dan publik.

“Melalui partisipasi kami dalam FOTO Bali Festival, platform internasional ini menjadi kesempatan yang bermakna untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penciptaan karya seni dan keterlibatan dengan masyarakat,” ungkap Farhan Adistyasmara, In-house Curator ISI Bali.

Sementara itu, The Voyager dari Bali Motion Club menghadirkan 14 seniman dalam sebuah presentasi berbasis dome yang memperluas praktik fotografi ke dalam format yang lebih imersif, kolaboratif, dan berbasis waktu.

Sebagai komunitas kreatif independen di Bali, Bali Motion Club membawa perspektif akar rumput yang penting ke dalam festival sekaligus menjembatani generasi muda, praktisi eksperimental, dan jaringan kreatif lintas disiplin ke dalam percakapan fotografi yang lebih luas.

The Voyager adalah perjalanan dari sebuah mimpi yang pernah diucapkan. Kami membayangkan pameran ini sejak 2024, dan kini akhirnya terwujud,” tutur Andyo Aryoga, Founder Bali Motion Club.

Selain pameran, partisipasi MTN Seni Budaya dalam FOTO Bali Festival 2026 juga mencakup berbagai lokakarya dan diskusi yang dipandu oleh praktisi berpengalaman seperti Ng Swan Ti, M. Alfariz, Firman Ichsan, Rio Helmi, dan Marlowe Bandem.

Program-program ini dirancang untuk memperluas pertukaran pengetahuan, mendukung pengembangan kapasitas, serta mempertemukan talenta-talenta baru dengan mentor berpengalaman di bidang fotografi dan budaya visual.

“Fotografi di Indonesia memiliki energi yang luar biasa, tetapi energi saja tidak cukup,” ucap Kelsang Dolma, Festival Director FOTO Bali Festival.

Melalui FOTO Bali Festival, Nuanu Creative City terus memperkuat perannya sebagai platform yang tidak hanya membangun infrastruktur budaya secara fisik, tetapi juga secara sosial melalui jaringan, pertukaran pengetahuan, akses publik, serta hubungan jangka panjang antara seniman, institusi, komunitas, dan audiens.***

Berita Lainnya

Terkini