Prabowo Sentil ‘Pakar’, Ini Tanggapan Adem Muhammadiyah!

Presiden Prabowo sebelumnya melontarkan sindiran tajam, ada pakar yang dinilai "saking pintarnya jadi goblok" lantaran kritik yang disampaikan kerap bergeser menjadi fitnah terhadap kebijakan pemerintah.

19 September 2026, 23:52 WIB

Yogyakarta— Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan tanggapan bijak merespons pernyataan keras Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah figur berlabel pakar.

Presiden Prabowo sebelumnya melontarkan sindiran tajam, ada pakar yang dinilai “saking pintarnya jadi goblok” lantaran kritik yang disampaikan kerap bergeser menjadi fitnah terhadap kebijakan pemerintah.

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala Negara saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya menjaga kejujuran intelektual (intellectual honesty) serta tidak mengaburkan batasan antara kritik yang objektif dan fitnah.

Menanggapi dinamika tersebut, Haedar Nashir berpandangan bahwa keberadaan para pakar di tengah masyarakat merupakan sebuah keniscayaan yang harus diisi dari berbagai elemen bangsa.

“Ya, mungkin ada pakar ya tidak punya kriteria yang kapabel tingkat tinggi, tetapi pada umumnya pakar-pakar itu dia berbasis ilmu, berbasis data. Sehingga Indonesia ini kan memerlukan banyak unsur dan elemen; ada pejabat, ada politisi, ada ekonom atau pelaku ekonomi, ada ustadz, kiai, pendeta,” ujar Haedar saat ditemui di SM Tower Jogja, Sabtu (19/9/2026).

Kendati demikian, Haedar tidak menampik bahwa terdapat sebagian figur berlatar belakang pakar yang memiliki kapasitas mumpuni. Mereka dinilai mampu mengurai persoalan rumit secara komprehensif sekaligus menawarkan jalan keluar yang konstruktif bagi pemerintah maupun publik.

“Tapi ada juga pakar ya yang memang bisa apa ya, menerangkan sesuatu, menganalisis sesuatu, dan bahkan bisa menawarkan solusi atas kerumitan berbagai aspek, gitu kan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, tokoh sentral Muhammadiyah ini menyampaikan imbauan terbuka kepada seluruh kalangan intelektual dan pakar di Tanah Air agar senantiasa menjaga marwah keilmuan mereka.

Menurut Haedar, kredibilitas seorang cendekiawan sangat bergantung pada kedalaman ilmu, ketajaman analisis, objektivitas, serta kemampuan menghadirkan solusi nyata guna merawat kepercayaan publik (trust).

“Dan tentu saya juga menghimbau kepada para pakar untuk betul-betul jadilah pakar yang ilmunya mendalam, analisisnya tajam, objektif, dan bisa menawarkan solusi sehingga terjadi trust terhadap setiap pakar,” tegas Haedar.***

Berita Lainnya

Terkini