Jakarta– Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 yang berlangsung di Kemayoran sejak 22 Juni hingga 22 Juli mendatang memang selalu jadi magnet warga Jakarta saat libur sekolah.
Namun, di balik kemeriahannya, hajatan tahunan ini menuai kritik tajam karena dinilai masih belum ramah bagi kenyamanan pengunjung.
Tulus Abadi, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), menyoroti PRJ kini terkesan terlalu komersial.
Menurutnya, harga tiket masuk yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000, ditambah tarif parkir mobil yang mencapai Rp35.000, terasa memberatkan.
PRJ kini bukan lagi sekadar ‘pasar rakyat’, melainkan cenderung menjadi arena eksploitatif bagi pengunjung.
“Tarif parkir yang mahal bahkan tidak sebanding dengan perjuangan pengunjung yang harus menghabiskan waktu 1 hingga 2 jam hanya untuk mencari tempat parkir saat jam ramai,” ujar Tulus Abadi dalam kritiknya.
Tak hanya soal biaya, Tulus juga menyoroti aspek keamanan dan kesehatan yang masih minim perhatian:
Maraknya Aksi Copet: Tulus menyayangkan aksi pencopetan yang seolah menjadi “tradisi tahunan” di PRJ.
Ia menilai belum ada langkah mitigasi yang serius dari manajemen maupun aparat untuk melindungi pengunjung dari tindak kriminal ini.
Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR): Meski aturannya sudah jelas, Tulus menemukan banyak promosi rokok hingga petugas dan pengunjung yang bebas merokok di area PRJ.
Hal ini dinilai membuat PRJ menjadi tempat yang tidak ramah bagi anak-anak dan keluarga.
Tulus mendesak manajemen PRJ untuk tidak hanya mengejar target keuntungan semata, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih manusiawi.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih proaktif dalam memastikan aspek keamanan dan kenyamanan di area PRJ.
Bagi warga yang berencana berkunjung, Tulus memberikan tips untuk tetap waspada:
Pertama, Ekstra Waspada Tetap berhati-hati dengan barang bawaan agar tidak menjadi korban pencopetan.
Kedua, Mitigasi Paparan Asap: Hindari kerumunan orang yang merokok demi kesehatan keluarga.
Ketiga, manfaatkan Transportasi Umum: Untuk menghindari kemacetan parah di sekitar lokasi, disarankan menggunakan moda transportasi massal menuju lokasi acara. ***

