Tiyo Ardianto Tanggapi Santai Rentetan Laporan Polisi: ‘Saya Anggap Mereka Ingin Tunjukkan Loyalitas’

Tiyo Ardianto melihat laporan-laporan ini sebagai ajang bagi pihak-pihak tertentu untuk menunjukkan loyalitas kepada Presiden Prabowo Subianto.

26 Juni 2026, 17:34 WIB

Yogyakarta– Mantan Ketua BEM KM UGM periode 2025-2026, Tiyo Ardianto, menanggapi dengan santai soal serangkaian laporan polisi yang ditujukan kepada dirinya.

Diketahui, Tiyo dilaporkan oleh sejumlah pihak, mulai dari advokat Muhammad Firdaus Oiwobo ke Polres Tangerang Selatan, hingga Farhat Abbas dan Garda Prabowo ke Bareskrim Polri.

Menghadapi situasi tersebut, Tiyo tampak santai. Ia justru melihat laporan-laporan ini sebagai ajang bagi pihak-pihak tertentu untuk menunjukkan loyalitas kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya ucapkan terima kasih kepada mereka yang melaporkan saya. Momentum ini memang bagus bagi yang ingin mempersembahkan loyalitas kepada Pak Presiden. Saya berdoa semoga Pak Presiden memberikan apresiasi terbaik untuk mereka,” ujar Tiyo saat ditemui di lingkungan kampus UGM, Kamis (25/6/2026).

Tiyo memastikan dirinya tidak merasa gentar sedikit pun. Ia menegaskan akan tetap fokus pada isu-isu strategis bangsa dan siap kooperatif jika pihak kepolisian memanggilnya.

“Kalau diundang polisi, ya saya datang, saya beri keterangan. Saya akan pakai energi dan waktu secukupnya untuk melayani laporan ini. Biasa saja, santai saja,” tegasnya.

Baginya, bersikap kritis adalah tanggung jawabnya sebagai warga negara. Ia mengibaratkan Indonesia saat ini sebagai rumah yang bagian bangunannya hampir roboh, sehingga memerlukan pengawasan ekstra.

“Pemerintahan sekarang harus diawasi dengan cara yang tidak biasa, karena kerusakan yang dilakukan juga terjadi dengan cara yang tidak biasa,” tambahnya.

Di sisi lain, Tiyo juga menanggapi tudingan dari kelompok yang mengatasnamakan Aliansi BEM Fakultas Bersatu.

Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan meragukan validitas organisasi tersebut.

Tiyo bahkan mengungkap kejanggalan, di mana banyak kampus yang dicatut namanya melakukan klarifikasi karena tidak merasa terlibat.

Ada yang sudah bukan mahasiswa tapi mengaku mahasiswa, ada yang bukan ketua BEM tapi mengaku ketua.

“Yang paling lucu, ada kampus yang bahkan tidak punya BEM, tapi mereka mengaku sebagai perwakilannya. Organisasinya saja tidak ada, kok mengaku sebagai ketuanya?” ungkap Tiyo dengan nada heran.

Ia pun menyayangkan cara-cara pengiringan opini yang menurutnya tidak kredibel.

“Ya mbok pinter sedikit kalau mau fitnah. Orang-orang yang nggak jelas begini diminta buat fitnah, jangankan percaya omongannya, percaya sama orangnya saja tidak,” sindirnya.

Tiyo mengaku hingga saat ini belum menerima panggilan resmi dari kepolisian. Ia pun tetap memilih untuk terus berkeliling menemui mahasiswa dan masyarakat sipil demi membangkitkan kesadaran politik.

Bahkan, terkait upaya teror yang sempat dialaminya usai aksi di Gejayan, Sleman, Tiyo memilih untuk tidak melapor ke polisi dan tetap fokus pada perannya sebagai penggerak kesadaran politik di tengah tekanan yang ada. ***

Berita Lainnya

Terkini