Denpasar – Santrian Gallery Sanur kembali menghadirkan semarak seni dengan pameran bertajuk *“Vernal Artistic”*, berlangsung dari 8 Mei hingga 26 Juni 2026.
Empat perupa Bali, yakni Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, I.B. Suryantara, dan Dewa Gd Agung, menampilkan karya terbaru mereka dengan kurasi dari Made Susanta Dwitanaya.
Pembukaan pameran dilakukan Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, Rektor ISI Bali, di ruang galeri yang berlokasi di Jl. Danau Tamblingan No. 47, Sanur, Denpasar.
Dalam sambutannya, Prof. Kun menekankan pentingnya membangun ruang sekaligus ekosistem seni rupa yang terus berdenyut, agar karya seniman Bali tidak hanya hadir sebagai ekspresi kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah peradaban.
Ia menyoroti bagaimana generasi muda perupa Bali kini menghadirkan gagasan “pop Bali” yang berbeda dari pop Amerika.
Pop Bali, menurutnya, bukan sekadar tren visual, melainkan kekinian yang berakar kuat pada tradisi, lalu tumbuh dan menatap masa depan.
“Tidak ada yang dilupakan dalam kekinian Bali, karena ia menancap pada akar dan sekaligus memandang jauh ke depan,” ujarnya.
Prof. Kun juga mengajak komunitas seni, kurator, kolektor, hingga media untuk bersama-sama memperkuat hilir seni rupa Bali.
Ia menyinggung sejarah awal pariwisata Bali di tahun 1920–1930-an yang justru lahir dari industri budaya, ketika karya seniman menjadi magnet bagi dunia. Semangat itu, katanya, perlu terus dirawat agar seni rupa Bali tak hanya hidup di ruang pamer, tetapi juga dimuliakan di museum, rumah, kantor, dan ruang privat lainnya.
Pameran *“Vernal Artistic”* pun menjadi momentum untuk merayakan karya para alumni ISI Denpasar yang progresif, sekaligus membuka ruang diskusi tentang masa depan seni rupa Bali.
Dengan akar yang kokoh dan daya cipta yang tak pernah berhenti, pameran ini menghadirkan denyut baru bagi lanskap seni kontemporer di Pulau Dewata. ***

