Nusa Dua -Ajang pariwisata bergengsi, ‘Bali And Beyond Travel Fair’ (BBTF) 2026, resmi dibuka di Bali International Convention Center, Nusa Dua, pada Jumat (29/5) pagi.
Acara ini dibuka langsung Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhani dihadiri sejumlah tokoh penting pariwisata dan para pelaku industri pariwisata berbagai negara.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster. menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh delegasi dan peserta yang hadir.
Ia berharap BBTF 2026 dapat memberikan manfaat positif serta kesuksesan bagi seluruh pelaku usaha yang terlibat, baik dari tingkat lokal maupun internasional.
“Pelaksanaan BBTF yang sudah memasuki tahun ke-14 ini membuktikan ajang ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha,” ujar Wayan Sumarajaya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi pariwisata Bali yang terus menunjukkan tren positif.
Tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan domestik tercatat mencapai angka impresif, yakni 9,6 juta orang.
Pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan capaian tersebut bahkan menargetkan peningkatan jumlah kunjungan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan digelarnya BBTF 2026, pemerintah berharap kolaborasi antarpelaku industri pariwisata semakin erat, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan di mata dunia.
Putu Winastra, S.AB, M.A.P., Chairman BBTF 2026 yang juga Ketua ASITA Bali, menyampaikan BBTF telah berkembang melampaui fungsi sebagai pameran pariwisata. BBTF kini menjadi platform bisnis yang membangun kepercayaan antara ekosistem pariwisata Indonesia dan pasar global.
“BBTF 2026 bukan sekadar ruang pertemuan antara buyer dan seller. BBTF adalah ruang kepercayaan, akuntabilitas, dan kemitraan,” ujar I Putu Winastra.
“Buyer yang hadir dalam BBTF merupakan pelaku bisnis pariwisata yang memiliki reputasi, pengambil keputusan, jaringan distribusi global, dan mitra strategis industri. Satu buyer memiliki potensi untuk membawa ribuan wisatawan ke Indonesia setiap tahunnya.
Melalui BBTF, pihaknya ingin memastikan Bali dan Indonesia tidak hanya dilihat sebagai destinasi yang indah, tetapi juga sebagai mitra pariwisata yang terpercaya, kompetitif, dan bernilai bagi pasar internasional.”
Winastra menegaskan dampak BBTF tidak hanya dirasakan oleh hotel dan pelaku usaha besar.
Platform ini juga membuka peluang bagi destination management company lokal, pelaku wisata budaya dan wellness, usaha berbasis gastronomi, operator transportasi, destinasi wisata, atraksi, layanan pariwisata, serta UMKM yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia.
“Pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. BBTF membuka akses langsung bagi seller Indonesia kepada buyer yang serius, sekaligus memberi kesempatan kepada pasar global untuk memahami kekayaan produk pariwisata Indonesia secara lebih utuh — dari Bali hingga berbagai destinasi beyond Bali,” tambahnya. ***

