Instilling Batuan: Dialog Kontemporer Melalui Warisan Abadi Seni Lukis Batuan

Seni lukis Batuan dikenal memiliki akar tradisi yang sangat mendalam dan telah mengakar sejak lebih dari seribu tahun lalu.

25 Juli 2026, 10:02 WIB

Badung – Menikmati keindahan seni tradisional Bali kini semakin menarik dengan hadirnya pameran bertajuk “Instilling Batuan: Dialog Kontemporer Melalui Warisan Abadi Seni Lukis Batuan”.

Pameran seni yang memukau ini resmi dibuka pada 24 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 24 September 2026 di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, menampilkan karya gemilang dari dua seniman ternama, I Made Griyawan dan Wayan Adi Mataram.

Seni lukis Batuan dikenal memiliki akar tradisi yang sangat mendalam dan telah mengakar sejak lebih dari seribu tahun lalu.

Berdasarkan catatan sejarah dalam Lontar Batuan, eksistensi para seniman dan kreatornya bahkan sudah didokumentasikan sejak tahun 1022 Masehi (944 Saka).

Dari masa ke masa, gaya seni khas ini terus hidup dan bertumbuh berkat dedikasi para seniman lokal yang tetap menjaga identitas aslinya tanpa kehilangan jiwa zamannya.

Pameran ini mempertemukan dua seniman berbakat dari generasi yang berbeda, yaitu I Made Griyawan (lahir 1979) dan Wayan Adi Mataram (lahir 1970).

Meskipun berasal dari rentang usia yang tidak sama, keduanya memiliki kedekatan artistik yang kuat karena menimba ilmu gaya Batuan di lingkungan serta atmosfer seni yang dibangun oleh keluarga pelukis legendaris, I Wayan Taweng.

Melalui karya-karya berukuran intim yang dipamerkan, para pengunjung diajak untuk melihat bagaimana tradisi tidak berhenti pada pengulangan, melainkan terus hidup sebagai sebuah ruang dialog yang dinamis antara masa lalu dan masa kini.

“Lukisan Batuan adalah bagian dari kehidupan dan identitas saya. Tumbuh dalam keluarga pelukis mengajarkan saya bahwa tradisi bukanlah sekadar pengulangan, melainkan melanjutkan sebuah percakapan.” ujar Made Griyawan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wayan Adi Mataram mengungkapkan pandangannya terhadap pilihan estetikanya:

“Gaya monokrom memungkinkan saya untuk berfokus pada harmoni, keseimbangan, dan esensi dari setiap cerita. Pameran ini mencerminkan penghormatan saya kepada para maestro,” kata Adi Mataram.

Sebagai pihak penyelenggara, Luis Daniel Garcia selaku General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel Bali turut menyampaikan antusiasmenya.

“Kami percaya hospitality tidak hanya tentang menyediakan akomodasi, tetapi juga menciptakan pengalaman budaya yang bermakna,” demikian Luis Daniel Garcia. ***

 

Berita Lainnya

Terkini