Denpasar— Ajang paduan suara internasional bertaraf global, Bali International Choir Festival (BICF) ke-15, resmi diselenggarakan di Bali pada 26–30 Juli 2026.
Festival tahun ini tampil dengan skala yang jauh lebih besar, menghadirkan sekitar 3.000 penyanyi dari 13 hingga 14 negara dengan variasi kategori lomba yang semakin kaya.
Festival Director BICF 2026 sekaligus Direktur Bandung Choral Society, Indra Kurniawan Salama, mengungkapkan penyelenggaraan edisi ke-15 ini mencatatkan peningkatan signifikan dari sisi partisipasi global maupun domestik.

“Yang membedakan tahun ini pesertanya lebih banyak dan kategori yang diikuti juga lebih bervariasi. Pokoknya tahun ini lebih keren dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Indra.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontingen terbanyak pada ajang tahun ini. Berdasarkan data panitia, terdapat sekitar 60 hingga 70 paduan suara asal Indonesia, ditambah sekitar 50 hingga 60 peserta solo.
Kehadiran ribuan peserta ini turut mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Total massa yang hadir di Bali selama festival diperkirakan menyentuh 5.000 hingga 6.000 orang, terutama karena tingginya partisipasi kategori paduan suara anak yang didampingi oleh keluarga besar.
“Kalau peserta paduan suara anak, biasanya datang bersama orang tua, kakek, nenek, dan keluarga besar. Jadi total orang yang hadir di Bali bisa mencapai sekitar lima sampai enam ribu orang,” tambahnya.
Mengusung tema konsisten “Singing Together is Better”, BICF 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi semata, melainkan juga berfungsi sebagai wadah diplomasi budaya, mempererat persahabatan, dan pertukaran antarbangsa.
Target utama tahun ini adalah memperluas eksposur internasional terhadap festival paduan suara prestisius di Bali tersebut.
Sebanyak 18 kategori kompetisi dipertandingkan dalam ajang ini. Rangkaian kegiatan selama lima hari meliputi:
• Opening Ceremony yang meriah
• Babak Kompetisi (pagi hingga sore hari)
• Choral Exchange di Icon Bali
• Charity Concert (konser amal) di Gereja Katedral Bali
Program Unggulan: Choral Exchange dan Konser Amal
Program Choral Exchange menjadi salah satu agenda paling diminati karena mempertemukan dua paduan suara dari latar belakang budaya berbeda.
Dalam sesi ini, para peserta saling memperkenalkan lagu daerah, berbagi pengalaman musikal, hingga mengajarkan tarian tradisional masing-masing negara.
Sementara itu, Konser Amal yang bekerja sama dengan Gereja Katedral Bali didedikasikan untuk kegiatan filantropis.
Seluruh hasil penjualan tiket disalurkan sepenuhnya kepada lembaga sosial penerima manfaat.
Menuju Panggung Asia Choral Grand Prix 2027
Kompetisi BICF 2026 menggunakan sistem seleksi ketat melalui pendaftaran terbuka dan pemenuhan standar repertoar lagu. Para pemenang dari masing-masing kategori nantinya akan dipertemukan kembali dalam babak puncak Grand Prix guna memperebutkan gelar juara umum BICF 2026.
Juara Grand Prix tersebut nantinya akan mendapatkan tiket kehormatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Asia Choral Grand Prix 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina.
Ajang tingkat benua ini akan mempertemukan para juara dari berbagai festival paduan suara terbesar di kawasan Asia.
Indra juga mengapresiasi tingginya tingkat retensi peserta, di mana banyak paduan suara memilih untuk kembali hadir bertanding di Bali setiap tahunnya.
“Selalu ada peserta yang datang kembali setiap tahun. Itu menunjukkan mereka senang dan menikmati festival ini,” pungkasnya.***

