XL Future Leaders-Social Innovation Project 2016, Ciptakan Sarana Digital

26 Mei 2016, 01:00 WIB

Social%2BInnovation%2BProject

Kabarnusa.com – PT XL Axiata Tbk (XL) mendorong mahasiswa untuk selalu peduli dan menjadi pelopor dalam mencari solusi bagi problem sosial di sekitarnya Melalui program XL Future Leaders (XLFL), .

Begitu juga, sebagai perusahaan berbasis teknologi digital, XL mengajak mahasiswa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan sarana digital yang bisa membantu mengatasi problem sosial yang ada.

Kali ini, XL meluncurkan program bernama “Social Innovation Project 2016”, yang akan dijalankan oleh para mahasiswa XL Future Leaders.

“Melalui program XL Future Leaders, kami ingin melahirkan pemimpin yang bermental entrepreneur namun punya kepedulian tinggi terhadap kehidupan sosial disekitarnya,” kata Chief of Corporate Affair Officer XL, Eka Bramantya Danuwirana.

Setelah digembleng semua materi yang tersaji komprehensif, serta mentoring yang intensif, pada tahun kedua, sebelum menyelesaikan program, mereka berkewajiban  melakukan sesuatu untuk Indonesia.

“Dengan mengaplikasikan semua ilmu yang mereka dapat,” sambung Eka.

Program ini menjadi cukup penting untuk dijalankan mengingat lokasi domisili para mahasiswa XLFL tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Fakta ini menjadi sarana bagi XL untuk memberdayakan mahasiswa XLFL menyumbangkan daya pikir dan kreasinya bagi masyarakat Indonesia di berbagai daerah tersebut.

Tahun ini, program ini mengambil tema “Solusi digital menghadapi tantangan sosial”. Hal ini berkenaan dengan upaya pemerintah yang sedang membangun infrastruktur demi tercapainya visi 2020 menjadi bangsa digital terbesar di ASEAN.

Seluruh peserta XLFL  ditantang untuk melakukan riset langsung dengan turun ke masyarakat, berinteraksi dengan mereka, memahami permasalahan yang ada, dan menganalisanya.

Selanjutnya, dengan sumber daya dan potensi yang ada, mereka berusaha mengatasi masalah tersebut, melalui inovasi sosial yang diwujudkan dengan sebuah proyek sosial.

Pesertanya XLFL Global Thinking Batch 3 yang berjumlah 145, mereka akan terbagi menjadi kelompok, 3-5 orang untuk satu grup.

Dengan menghadapi kesulitan, masalah dan tantangan sosial yang ada di sekitar, mereka harus mampu melihat peluang dan selanjutnya berinovasi dalam bentuk proyek solusi digital.

Obyek yang menjadi target misi mereka adalah panti asuhan, panti jompo, dan lembaga difabel.

Juga para guru, nelayan, petani, wanita dan anak-anak. Selain itu, mereka juga bisa memilih proyek untuk mengatasi problem seperti antara lain kelestarian lingkungan, proyek air bersih, energi terbarukan, seni, budaya dan pariwisata lokal.

Semua proyek mereka harus sesuai dan beriringan dengan program Sustainable Development Goal  atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, yang kini juga sedang didorong pemerintah dan juga menjadi fokus kegiatan sosial XL.

Hasil dari proyek ini bisa berupa aplikasi  baru, atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada, kemudian digunakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat.

Hasil karya mereka diharapkan bisa bermanfaat untuk mendukung aktivitas seperti antara lain pengembangan kapasitas digital pada organisasi masyarakat, pengembangan management, penggunaan teknologi terapan dengan strategi komunikasi digital, serta pelaksaan kampanye digital, atau juga untuk penguatan kapasitas. 

Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan rencana proyek mereka mulai Mei 2016 dan diharapkan telah selesai pada Oktober 2016.

Setelah terwujud, XL mendorong para mahasiswa untuk mewariskan ke masyarakat. Keterlibatan masyarakat dan masyarakat menjadi center adalah kunci dari program ini. Jadi semua Inovasi akan dikembalikan kepada masyarakat. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini