Denpasar – International Hotel Management School (IHMS) resmi membuka kampus barunya dengan menggelar IHMS Culinary Competition 2026 yang merupakan rangakaian Grand Opening IHMS Culinary, pada Sabtu (28/03/2026).
IHMS Culinary Competition 2026 ialah kompetisi kuliner tingkat nasional yang mengangkat tema “Honoring Nusantara Innovation”, yang menekankan pentingnya mengangkat kekayaan kuliner Indonesia melalui pendekatan inovatif dari generasi muda.
Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia yakni Jakarta, Medan, Sulawesi, Banyuwangi, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.
Tingginya antusiasme terlihat dari ratusan pendaftar yang mengikuti tahap awal seleksi melalui pengumpulan resep. Dari proses tersebut, 16 peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti babak semifinal yang diselenggarakan tanggal 27 Maret 2026.
6 Finalis terbaik berhasil melaju ke Grand Final yang digelar pada 28 Maret 2026, sekaligus menjadi bagian dari puncak acara Grand Opening IHMS Culinary.
Wayan Wicaya, Director of Culinary IHMS yang juga menjadi juri pada babak Final, menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih untuk mendorong generasi muda agar lebih berani mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara.
“Kuliner Nusantara menyimpan kekayaan rasa, teknik, dan filosofi yang tak ternilai. Melalui kompetisi ini, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga keaslian warisan kuliner Indonesia sekaligus menghadirkan inovasi baru, agar kuliner Nusantara semakin relevan dan diakui di tingkat dunia,” ujar Chef Wicaya.
Ajang ini juga menghadirkan sejumlah tokoh kuliner ternama sebagai dewan juri, di antaranya Wayan Wicaya, Director of Culinary IHMS dan 1st Winner Global Chefs Challenge di Chille tahun 2011, Degan Septoadji, Juri MasterChef Indonesia Season 2 & 3, Dean Keddell, penulis buku kuliner sekaligus founder Bali Restaurant & Cafe Association, serta Arlini Wibowo,pelaku industri kuliner sekaligus owner Pison Coffee Bali dan Jakarta.
Selain menghadirkan kompetisi kuliner nasional, acara ini juga menandai kolaborasi internasional di bidang Pendidikan kuliner dengan kehadiran Director dari Victorian Government Trade and Investment serta Vice President dari Melbourne Polytechnic. Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja turuut serta hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja di Indonesia.
Managing Director IHMS, Priscilla Chrisanita, mengungkapkan kompetisi ini menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap industry kuliner sebagai pilihan karier professional.
“Melalui IHMS Culinary, kami berharap dapat menyediakan ruang pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan kebutuhan industri, sehingga talenta muda Indonesia dapat berkembang dan membawa kuliner Nusantara ke tingkat yang lebih luas,” ungkap Priscilla.
CEO IHMS, Arnantyo Naresyworo, berharap agar IHMS Culinary dapat menjadi pusat pengembangan talenta kuliner Indonesia.
“Kami memiliki visi besar agar IHMS Culinary dapat menjadi Harvard nya dunia kuliner di Indonesia. Artinya, kami ingin membangun institusi pelatihan yang mampu mencetak chef-chef profesional dengan standar global, kreativitas tinggi, serta kemampuan untuk membawa kuliner Indonesia ke panggung dunia,” harapnya.
Rangkaian acara grand opening juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk penampilan seni wushu, pemotongan pita, IHMS Culinary Campus tour, serta sambutan dari CEO IHMS, perwakilan Melbourne Polytechnic, dan perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menambah semarak suasana sekaligus mencerminkan semangat dinamis IHMS sebagai institusi pendidikan modern.
Melalui IHMS Culinary Competition 2026, IHMS berharap dapat terus mendorong inovasi, mengangkat potensi kuliner Nusantara, serta membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang di industri kuliner global.***

