Pemprov Bali Perkuat Industri MICE Berbasis Budaya Dan Keberlanjutan

29 Mei 2026, 22:16 WIB

Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) berbasis budaya Bali, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menerima audiensi jajaran pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5/2026). Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka persiapan acara Pelantikan Pengurus BaliCEB Periode 2026–2031 yang akan berlangsung pada 5 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center / The Meru Sanur.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya. Sementara itu, jajaran pengurus Bali Convention and Exhibition Bureau yang hadir antara lain Ng Choi Choi, Putri Windrawati, Agung Rai Suryawijaya, Nyoman Sunarta, Gede Ginaya, Ketut Jaman, Wayan Sugiantara, dan Made Parwata.

Gubernur menegaskan bahwa Bali tidak boleh hanya menjadi lokasi penyelenggaraan event internasional, tetapi harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Bali.

Bali harus memiliki kekuatan ekonominya sendiri. Industri MICE harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, pelaku usaha lokal, serta menjaga budaya dan alam Bali,” tegas Gubernur.

Dalam arahannya, Gubernur meminta agar seluruh kegiatan MICE yang diselenggarakan di Bali memiliki identitas budaya Bali yang kuat. Mulai dari dekorasi venue, penyambutan tamu, penampilan seni budaya Bali, hingga penggunaan busana adat Bali pada acara resmi.

Dalam audiensi tersebut, konsep green MICE menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Gubernur menyebutkan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait energi hijau, pembatasan plastik sekali pakai, dan pertanian organik mulai mendapat perhatian dunia internasional.

Bali harus menjadi contoh destinasi MICE berkelanjutan di dunia,” ujarnya.

Selain membahas sektor MICE, Gubernur Bali juga menyoroti pentingnya menjaga reputasi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Ia meminta data jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja pariwisata di Bali disiapkan sebagai dasar penyusunan kebijakan strategis daerah.

“Goal-nya, masyarakat dunia belajar pariwisata di Bali,” kata Gubernur.

Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Bali mengajak seluruh pelaku industri pariwisata dan MICE di Bali untuk tetap guyub, bersatu, dan melakukan promosi secara kolektif demi memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE dunia berbasis budaya dan keberlanjutan.***

Berita Lainnya

Terkini