Denpasar– Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan pentingnya langkah cepat untuk membenahi akses transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Hal ini dinilai mendesak demi kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga citra pariwisata Bali yang kerap terganggu oleh masalah kemacetan.
Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6), Gubernur Koster menyoroti tingginya volume pergerakan di bandara.
Berdasarkan data tahun 2025, total penumpang yang datang ke Bali mencapai lebih dari 16 juta orang, yang terdiri dari 7,05 juta wisatawan mancanegara dan 9,2 juta wisatawan domestik.
“Penguatan aksesibilitas ini sangat mendesak. Alur kendaraan harus benar-benar dipetakan dengan detail, tidak bisa hanya fokus di satu titik saja,” tegas Koster.
Gubernur dua periode ini meminta agar FGD tersebut menghasilkan solusi yang konkret dan dapat segera dieksekusi, bukan sekadar kajian di atas kertas.
Selain akses jalan, ia juga mendesak pihak pengelola Bandara Ngurah Rai untuk segera merealisasikan rencana perluasan area parkir dan terminal guna mengurai kepadatan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, menyatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan untuk menyempurnakan kajian yang ada.
Ia menekankan perbaikan aksesibilitas bandara memerlukan pendekatan yang terintegrasi, dilakukan secara bertahap, serta melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dalam pertemuan akademisi dari Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, turut memaparkan kajian terkait manajemen lalu lintas di kawasan bandara.
Hasil Kajian kemudian dibahas lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan untuk menemukan strategi terbaik dalam mengantisipasi kemacetan di wilayah Badung dan Denpasar. ***

