Meniti Harmoni dalam Rumah Tangga: Pesan Ustaz Fajar Firdausi dalam Kajian Subuh

Ustaz Fajar Firdausi menekankan pentingnya bagi pasangan suami istri untuk saling memahami fitrah dan karakter masing-masing.

16 Agustus 2026, 09:52 WIB

Badung -Hubungan suami istri memerlukan pemahaman mendalam mengenai psikologi masing-masing pihak agar tercipta keharmonisan yang langgeng.

Hal ini menjadi sorotan dalam Kajian Subuh disampaikan Ustaz Fajar Firdausi di Gedung Serbaguna Al-Fattah, Sading, Mengwi, Badung, pada Minggu (16/08/2026).

Dalam paparannya, Ustaz Fajar menekankan pentingnya bagi pasangan suami istri untuk saling memahami fitrah dan karakter masing-masing.

Jamaah putri mengikuti kajian subuh di Gedung Serba Guna Al Fattah Sading Badung Minggu (16/8/2026)/dok.kabarnusa

Alumnus Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur ini menjelaskan, perempuan, dengan fitrah perasaannya yang dominan, seringkali menilai kebenaran berdasarkan emosi yang dirasakan pada saat itu, berbeda dengan laki-laki yang cenderung menggunakan akal atau logika.

“Perempuan perlu menyadari bahwa meskipun merasa benar secara emosional, bukanlah berarti kebenaran tersebut bersifat umum atau mutlak. Sebaliknya, laki-laki pun perlu bijak dalam merespons,” ujar Ustaz Fajar di hadapan jamaah.

Ia menyarankan agar suami dapat bersikap lebih sabar dan mengalah, terutama untuk meredakan emosi istri di saat-saat tertentu.

Tindakan mengalah ini, menurut Ustaz Fajar, bukanlah tanda kelemahan suami, melainkan bentuk perlindungan agar hubungan tidak retak akibat konflik yang memuncak.

Di sisi lain, Ustaz Fajar juga memberikan nasihat khusus bagi para istri. Ia mengimbau agar istri tidak menyerang harga diri suami saat terjadi perselisihan. Menyerang harga diri, menurutnya, adalah batasan yang tidak boleh dilanggar.

Jika istri memiliki keluhan, hendaknya ia fokus pada kesalahan yang diperbuat suami, bukan merendahkan martabatnya di depan orang lain.

Sebagai penutup, Ustaz Fajar mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat dan saling introspeksi. Ia mencontohkan keteladanan Umar bin Khattab dalam menghadapi istrinya sebagai bentuk kedewasaan dalam berumah tangga.

Kajian ini diakhiri dengan pesan agar setiap pasangan saling menjaga kehormatan dan keutuhan rumah tangga demi terciptanya keluarga yang sakinah. ***

Berita Lainnya

Terkini