Badung – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mengwi, H. Rahmat Gunawan, menegaskan pentingnya kaderisasi sejak dini melalui organisasi bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pemilihan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sading dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Sading.
Pemilihan NU Ranting Sading dan Ranting GP Ansor Sading yang digelar di Gedung Serba Guna Gang 7, Sading, Mengwi, Badung, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut H. Rahmat Gunawan, seorang pemimpin yang matang tidak lahir secara instan. Jiwa kepemimpinan (leadership) umumnya terbentuk melalui proses panjang di organisasi-organisasi kecil sejak bangku sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti ketua kelas dan pengurus OSIS.
“Pemimpin itu enggak lahir ujug-ujug terus jadi di kepala, nggih enggak. Pemimpin itu lahir dari organisasi-organisasi kecil ini,” ujar H. Rahmat Gunawan di hadapan jamaah Al Fattah Sading Kamis (13/8/2026).
Ia juga mendorong para orang tua agar tidak ragu mengarahkan anak-anak mereka yang sudah memasuki usia remaja untuk aktif berorganisasi, salah satunya dengan mendaftarkan diri sebagai anggota Ansor.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan melatih kepercayaan diri, tanggung jawab, dan mental anak sehingga kelak siap menjadi pemimpin yang tahan banting serta mandiri.
“Jadi mulai sekarang, mana anak yang sudah remaja, monggo bikin kesempatan baik, daftarkan jadi ansor,” ajaknya.
Melalui wadah organisasi seperti Ansor, para pemuda tidak dibiarkan berjuang sendiri, melainkan akan mendapatkan bimbingan langsung dari para senior, serta dibekali berbagai pelatihan dan pendidikan kepemimpinan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan sama, Ketua Tanfidyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mengwi, H. Mohammad Sugeng menekankan pentingnya figur pemimpin yang ikhlas dan aktif.
Menurut H. Mohammad Sugeng, kriteria utama dalam memilih ketua Ansor adalah komitmen untuk menjaga dan merawat kegiatan keagamaan serta sosial di masyarakat.
“Yang penting jenengnya dicatat enek ansorre, sing penting dadi noton, sing penting enek bangsane,” ujar H. Mohammad Sugeng dalam arahannya. Ia menambahkan bahwa kepengurusan baru ini diharapkan dapat melibatkan generasi muda yang sudah beranjak dewasa untuk memimpin jalannya organisasi.
Masa khidmat atau masa jabatan untuk kepengurusan PAC Ansor mendatang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat tahun.
Setelah ketua terpilih ditentukan, pihak MWC NU Mengwi meminta agar segera melengkapi persyaratan administratif berupa fotokopi KTP bagi pengurus ranting.
Kelengkapan dokumen ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan proses pembuatan Kartu Tanda Anggota Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (KTA PCNU).
H. Mohammad Sugeng juga berharap agar seluruh banom (badan otonom) di lingkungan NU Kecamatan Mengwi, khususnya Ansor, dapat terus bersinergi dan berjalan beriringan demi kemaslahatan umat.
Dalam pemilihan pengurus NU dan GP Ansor terpilih Ketua Tanfidziyah Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sading Jafar Pasaribu dan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sading Jaenuri.***

