Badung— Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal di Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8).
Kehadiran tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat peran desa adat sebagai pilar pelestarian tradisi dan budaya.
Dalam acara yang dipuput oleh Ida Pedanda Putra Telaga ini, Gubernur Koster mengapresiasi pelaksanaan yadnya secara massal yang melibatkan 18 sawa untuk Atma Wedana dan 114 sawa untuk Nyekah.
Menurutnya, konsep massal merupakan solusi efektif untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Gubernur Koster menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali konsisten mendukung keberadaan desa adat melalui berbagai kebijakan nyata, salah satunya adalah pemberian hibah aset tanah pemerintah.
Kebijakan ini ditujukan agar lahan-lahan yang kurang produktif dapat dikelola secara optimal oleh desa adat untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat,” ujar Koster di hadapan krama dan peserta upacara.
Ia mengingatkan agar aset yang dihibahkan dikelola secara profesional serta berlandaskan aturan adat melalui pararem guna memberikan nilai tambah ekonomi dan tetap terjaga kelestariannya.
Lebih lanjut, Koster memaparkan keberhasilan pembenahan tata kelola aset pemerintah di kawasan pariwisata, seperti peningkatan nilai kerja sama lahan di kawasan ITDC yang melonjak dari sekitar Rp7 miliar menjadi Rp57 miliar per tahun.
Khusus untuk Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis pariwisata Nusa Dua, Koster menekankan pentingnya sinergi antara desa adat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi dalam menjaga ketahanan sosial serta spiritual masyarakat di tengah arus komersialisasi.
Ketua Panitia (Prawartaka Karya), Ketut Nesa, menjelaskan rangkaian upacara telah dimulai sejak prosesi pengabenan pada 16 Juli 2026, sementara puncak upacara nyekah dijadwalkan pada 7 Agustus 2026.
Total keseluruhan biaya yadnya mencapai sekitar Rp1,7 miliar yang bersumber dari urunan warga serta donasi berbagai pihak.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Koster turut menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp25 juta secara simbolis kepada pihak panitia untuk menyukseskan pelaksanaan upacara suci tersebut. ***

