Pertamina Naikkan Standar Penilaian Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026, Dorong Jurnalis Daerah Angkat Cerita Perubahan

Perubahan penamaan dari Pertamina Press Award, Anugerah Jurnalistik Pertamina, hingga kini menjadi Apresiasi Jurnalistik Pertamina, mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengapresiasi insan media secara berkelanjutan.

18 Agustus 2026, 16:49 WIB

Malang -PT Pertamina (Persero) resmi menggelar rangkaian Sharing Session Energizing Innovation dalam ajang Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 yang berlangsung di Kota Batu, Malang, pada 18–20 Agustus 2026.

Ajang tahunan yang telah berjalan sejak 2003 ini hadir dengan sejumlah pembaruan signifikan guna merespons peningkatan kualitas karya jurnalistik di berbagai wilayah operasional.

Sr. Officer III Media Communication PT Pertamina (Persero), Ely Chandra Perangin Angin,  menjelaskan perubahan penamaan dari Pertamina Press Award, Anugerah Jurnalistik Pertamina, hingga kini menjadi Apresiasi Jurnalistik Pertamina, mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengapresiasi insan media secara berkelanjutan.

“AJP bukan semata-mata hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan cara Pertamina mengapresiasi teman-teman media secara berkelanjutan,” ujar Ely Chandra di hadapan wartawan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam pelaksanaan AJP 2026, Pertamina memegang teguh tiga pilar utama yang menjadi patokan kebijakan, yaitu transparansi, integritas, dan nilai keadilan.

Menurut Ely Chandra, pilar-pilar ini dibangun untuk memperkuat hubungan mutualisme yang saling mendukung antara Pertamina sebagai badan publik pengelola energi hajat hidup orang banyak dan media sebagai penyampai suara serta kepentingan publik.

Seiring dengan meningkatnya kualitas jurnalis di daerah, Pertamina melakukan penyesuaian pada standar penilaian. Seluruh korespondensi kini akan dinilai secara terpusat melalui juri kategori untuk memastikan standar yang setara.

Untuk tahap penentuan pemenang terbaik dari yang terbaik (best of the best), Pertamina melibatkan dua unsur juri substansi, yakni pakar media dan analis.

Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu menjaga objektivitas dan kualitas substansi dari karya-karya yang dilombakan.

Mengusung tema besar sinergi inovasi atau Energizing Innovation, AJP 2026 mengajak para jurnalis untuk mengeksplorasi makna inovasi yang lebih luas. Inovasi tidak hanya dimaknai sebagai teknologi baru semata, melainkan sebagai narasi tentang perubahan transformatif di tubuh perusahaan maupun masyarakat.

“Cerita perubahan itu selalu menarik. Bagaimana Pertamina melakukan transformasi dan bagaimana mendorong masyarakat berubah melalui program-program CSR-nya, itulah yang kami harapkan bisa ditampilkan dalam karya jurnalistik teman-teman pada AJP tahun 2026,” tambah Ely Chandra.

Pertamina menetapkan empat pilar tema komunikasi besar untuk tahun 2026, yang meliputi:

Pertama, Swasembada Energi: Mencakup peningkatan produksi minyak di sektor hulu, optimalisasi kilang, pengembangan bisnis gas bersama PGN, ekspansi bisnis perkapalan, hingga penguatan UMR Migas.

Kedua, Bisnis Rendah Karbon (Low Carbon): Fokus pada strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), di mana Pertamina mengembangkan bisnis energi fosil eksisting sekaligus menggenjot transisi energi melalui bahan bakar pesawat berbasis minyak jelantah, pengembangan geothermal, hilirisasi energi nabati seperti Pertamina ETM (100% bahan bakar nabati), Biosolar (campuran FAME nabati dan solar fosil), hingga Pertamina Dexgreen.

Ketiga, Program Kemasyarakatan: Menyoroti program non-bisnis yang tengah naik daun, salah satunya adalah Desa Energi Berdikari, yang menjadi wujud nyata kemandirian energi berbasis potensi lokal.

Melalui AJP 2026, Pertamina berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat dalam menghasilkan karya jurnalistik mendalam yang tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi publik terhadap kemajuan sektor energi nasional.***

Berita Lainnya

Terkini