Malang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi sosial.
Hal tersebut mengemuka dalam acara Sharing Session Energizing Innovation yang merupakan rangkaian dari AJP (Anugerah Jurnalistik Pertamina) Fiesta 2026 teritori Jatimbalinus, yang berlangsung di Batu, Malang, pada 19-21 Agustus 2026.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan perusahaan terus memperluas program pembinaan yang disesuaikan dengan karakteristik lokal di setiap provinsi.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah pada penguatan ekonomi sirkular dan pemberdayaan kelompok rentan yang terintegrasi dalam ekosistem bisnis perusahaan.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi kami membangun kemandirian ekonomi. Melalui program TJSL, kami memfasilitasi pemberdayaan masyarakat mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pengembangan UMKM. Inovasi sosial yang kami dorong harus memiliki nilai tambah yang nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional kami,” ujar Ahad Rahedi dalam sesi berbagi tersebut.
Ahad mencontohkan keberhasilan Sustainable Livestock Initiative di wilayah Cilegon, di mana Pertamina berhasil mengintegrasikan rantai pasok pakan ternak dengan pengolahan limbah makanan.
Program ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan kelompok peternak sekaligus memberikan solusi atas permasalahan limbah lingkungan. Model keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, termasuk di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Ahad juga menekankan pentingnya standar rantai pasok berkelanjutan bagi para mitra perusahaan.
Ia menyoroti bagaimana peningkatan permintaan pasar dan pertumbuhan UMKM menuntut supplier untuk menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan. Hal ini, menurut Ahad, tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mampu menghemat biaya produksi melalui efisiensi.
Selain pada aspek ekonomi, Pertamina Jatimbalinus juga menaruh perhatian besar pada inklusivitas sosial.
Salah satu bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan ini adalah keterlibatan penyandang disabilitas di Malang dalam operasional kafe. Seluruh staf, mulai dari barista hingga ahli roasting kopi, merupakan teman-teman disabilitas yang telah diberikan pelatihan kompetensi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang. Kami terus menggandeng komunitas disabilitas dan memberikan kompetensi agar mereka dapat berdaya saing secara profesional. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menciptakan shared value yang berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat,” pungkas Ahad.
Melalui rangkaian AJP Fiesta 2026 ini, Pertamina Jatimbalinus berharap semangat inovasi dalam pemberdayaan masyarakat dapat terus terjaga dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menciptakan dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan di Indonesia.

