Badung – Semangat kemandirian ekonomi kerakyatan bergema di Bali. Gubernur Wayan Koster menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur oleh Presiden Prabowo Subianto, dan diikuti seluruh provinsi secara daring.
Dari Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Koster menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan koperasi ini.
“Kita di Bali sudah siap 38 KDKMP, dan hingga akhir Juli akan bertambah menjadi 120 unit,” ujar Koster penuh optimisme.
Angka tersebut memang baru 5,3% dari total 716 desa/kelurahan di Bali, namun target Juli akan mendorong pencapaian 17% sebagai fondasi awal kebangkitan ekonomi desa.
Koster menambahkan, pada Juli akan disiapkan barang-barang yang dijual di koperasi, sehingga awal Agustus seluruh unit dapat beroperasi penuh.
Koperasi ini adalah wadah usaha, serta instrumen nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat, menyediakan sembako subsidi, LPG, pupuk, kredit murah, hingga layanan logistik dan obat murah.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan pentingnya koperasi sebagai fondasi pemerataan pembangunan nasional.
“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” tegasnya. Ia menekankan swasembada pangan sebagai kunci kesejahteraan rakyat dan petani Indonesia.
Prabowo menyebut keberadaan Koperasi Merah Putih akan menggerakkan ekonomi desa dengan proyeksi uang beredar mencapai Rp10,8 miliar per tahun per desa.
“Melalui koperasi ini, kredit murah akan disalurkan untuk rakyat. Pertumbuhan ekonomi akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung ke mana-mana lagi,” ungkapnya.
Dengan layanan usaha yang lengkap, KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Bali dan Indonesia.***

